Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Siswa SDN 34 Bram Itam, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Belajar Di Bekas Kandang Kambing (kilasjambi.com)
Dream - Pendidikan adalah sarana bagi generasi muda untuk meraih masa depan. Idelanya pendidikan harus dijalankan dengan fasilitas yang memadai.
Tetapi, fasilitas memadai itu tidak didapat Sekolah Dasar Negeri 34 Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Para siswa harus belajar di tempat seadanya. Mirisnya lagi, generasi masa depan Indonesia itu belajar di tempat yang dulunya kandang kambing.
" Kami kepingin nian, sekolah ini bagus seperti sekolah lainnya. Kami pasti lebih semangat belajar, lebih rajin lagi," ujar siswi kelas II SDN 34 Bram Itam, Siska, dikutip dari kilasjambi.com, Kamis, 11 Agustus 2016.
Harapan mereka memang cukup besar. Tengok saja kondisi sekolah ini. Ruang kelas dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar pada 2014. Tanpa sedikitpun bantuan dari pemerintah. Dinding ruang terbuat dari daun nipah. Sementara atapnya menggunakan seng bekas.
Ketika hujan turun, aktivitas belajar mengajar terpaksa berhenti. Jika dilanjutkan, siswa dan guru akan basah kuyup atap yang tak mampu menahan tetesan hujan.
Para pengajar di SD tersebut juga masih berstatus honorer dan menerima upah seadanya. Meski begitu, mereka tidak lelah mengajar para murid SD tersebut.
Baca kisah pilu sekolah tersebut disini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya