Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Orangtua Mufarwa Farid Saat Mengantar Motor Ke UIA (onbulan.com)
Dream - Kata orang, " kasih ibu membawa ke surga, kasih ayah sepanjang waktu." Orang tua adalah insan yang sanggup berkorban segalanya demi anak-anak.
Bahkan mereka harus melalui segalanya dengan susah payah. Kalau ingin bicara tentang pengorbanan, ibu dan ayah-lah yang harus diingat dan dihargai.
Kisah yang diceritakan di bawah ini sangat menyentuh perasaan siapa yang membacanya.
Sebenarnya seorang anak memang berusaha tidak usah menyusahkan orangtua. Sebaliknya, orang tua seringkali tak tega melihat anaknya kesusahan.
Pengalaman Mufarwa Farid ini bisa menjadi renungan buat kita agar tak sesekali melupakan jasa orangtua.
© Dream
Farid mengaku tidak punya Surat Izin Mengemudi (SIM). Dia mengendarai sepeda motor sejak 2014 hanya di sekitar kampus Universiti Islam Antarbangsa (UIA) Malaysia, di Gombak.
" Waktu libur panjang beberapa hari lalu, itu merupakan kali pertama motor saya taruh di rumah di Seremban. Motor itu dibawa Abah saya ke sana."
" Ini motor mereknya Demak (buatan Malaysia), jadi melaju 60 km/jam saja sudah 'menggigil'. Saat saya kendarai di dalam UIA pun ada saja masalahnya," kata Farid.
" Jadi, bisa dibayangkan bagaimana Abah saya mengendarai motor ini dari Gombak sampai ke Seremban."
© Dream
Pekan ini, masa liburan Farid telah usai dan harus kembali ke kampus. Motor itu harus dikirim kembali ke UIA.
Tetapi, Farid masih belum memiliki SIM. Alhasil, Dia lantas kebingungan bagaimana membawa motor itu kembali ke UIA.
" Maka berminggu-minggulah kami satu keluarga berpikir tentang cara terbaik mengirim motor itu."
" Pilihan pertama, Abah sendiri yang mengirim, kemudian pulang naik kereta api, atau kedua, minta setiap anggota keluarga saya mengendarai motor itu sampai UIA."
" Atau ketiga, bongkar ban dan masukkan rangka serta ban ini di dalam mobil Myvi saya."
" Atau keempat, pilihan paling akhir, mengirim motor ini dengan kereta api. Dalam sekian banyak pilihan, sudah tentu aku tak ingin yang pertama."
" Kasian Abah terpaksa bawa motor seorang diri, dan habis itu harus kembali pulang naik kereta api. Tapi bagi Abah itulah pilihan terbaik."
Setelah sekian lama berunding, akhirnya tetap saja tak ada solusi.
Hari ini, pagi-pagi aku sudah keluar rumah sebab ingin pergi meeting di Bangi. Saat dalam perjalanan menuju ke sana, tiba-tiba Abah telepon.
" Abah dan Mak naik motor nih ke UIA. Nanti jemput kami di sini."
" Aku terkejut bukan kepalang waktu itu. Mak dan Abah bawa motor Demak itu dari Seremban ke UIA! Ini sangat gila!"
© Dream
" Beberapa menit kemudian, Abah mengirim foto naik motor bersama Mak ke grup Whatsapp keluarga kami. Aduh, saya sangat terharu. Rasanya ingin menangis bila melihat foto itu."
" Tapi begitulah sifat orang tua. Apa pun yang terjadi, mereka ingin yang terbaik untuk anak-anak mereka. Meskipun mereka tahu bahaya yang bakal menimpa."
" Mereka seperti sudah tahu risiko naik motor jarak jauh, apalagi baru turun hujan seperti itu. Apalah artinya jika dibandingkan dengan kehendak anak yang ingin gunakan motor itu."
" Aku sampai terharu bila ingat Mak dan Abah ke UIA, dengan baju sampai kuyup sebab berpeluh-peluh naik motor tadi. Belum lagi cerita mereka yang kecapaian."
" Terima kasih Mak dan Abah sebab sudi bawa motor ini ke UIA. Semoga Mak dan Abah selalu dalam diberkahi Allah, dimurahkan rezeki dan dipanjangkan umur. Amin."
Sumber: ohbulan.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya