Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Li Weicheng Dan Istrinya (Tencent News)
Dream - Sebuah keluarga di China menjalani kehidupan yang unik. Mereka tinggal di pinggiran Zhuangzi, sebuah desa terpencil di lereng sebuah pegunungan di wilayah Luanchuan, Provinsi Henan.
Dikutip Dream dari Tencent News, Selasa 9 Desember 2014, keluarga itu terdiri dari sepasang suami istri, Li Weicheng (66) dan istrinya yang berusia 58 tahun.
Keluarga ini sangat jarang melakukan kontak dengan masyarakat di luar. Hanya terowongan kecil dan sebuah telepon genggam saja yang menghubungkan mereka dengan dunia di luar wilayah itu.

Gambar di atas adalah terowongan yang digali oleh warga hampir lima dekade lalu. Terowongan ini merupakan akses utama bagi Li untuk keluar masuk wilayah terpencil itu.
“ Pada waktu musim panas, air di terowongan kadang-kadang naik sampai paha kami. Kita perlu obor untuk melewatinya. Pada musim dingin, ketika banjir, kita harus memutar di sekitar pegunungan untuk keluar,” tutur Li.

Meski demikian, mereka mampu mencukupi segala kebutuhan hidup dengan beternak lebah, memelihara ayam, menanam sayuran, padi, dan mengumpulkan tumbuhan. Mereka juga memanfaatkan sumber air di belakang rumah untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebenarnya, kata Li, penduduk desa telah mencoba membujuk mereka untuk pindah dari desa terpencil itu. Namun, “ saya tidak pandai berhubungan dengan orang-orang atau melakukan bisnis. Meskipun hidup saya di sini agak sulit, saya sangat senang.”

Li menikahi istrinya, yang seorang janda, saat berusia 57 tahun. Sang istri memiliki seorang anak perempuan yang tinggal di kota, yang sesekali mengajak cucu mereka berkunjung ke wilayah terpencil ini.

Beberapa wilayah di dekat Desa Zhuangzi telah dikembangkan dan direnovasi dalam beberapa tahun terakhir. Li dan keluarganya termasuk warga yang menerima subsidi. Dana itu dia gunakan untuk membangun rumah berukuran 50 meter persegi di luar desa terpencil.

Sementara, penduduk desa lainnya telah pindah sekitar satu kilometer dari desa itu pada lima tahun yang lalu. Namun, Li memilih untuk tetap tinggal dan hidup di pengasingan itu. Kisah hidup keluarga Li belakangan menjadi pembicaraan pengguna internet di China. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya