Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasien Anak Yang Tengah Salat (Facebook/ Anwar Halim)
Dream - “ Hatiku begitu terguncang melihat pemandangan ini dan aku pun memfotonya,” cerita dokter spesialis di sebuah rumah sakit di Arab Saudi tentang pasien anak yang baru saja dia ambil gambarnya.
Saat itu, bulan Ramadan. Sang dokter, yang sudah mengabdi di rumah sakit tersebut sejak 1985, melihat anak laki-laki. Usianya sekitar 9 tahun. Saat itu, bocah itu bersusah payah menuju musala rumah sakit, hendak ikut salat tarawih berjamaah.
Upaya anak itu sungguh luar biasa. Di tengah sakit yang mendera, semangat untuk salat tak pudar. Dengan peralatan medis yang masih menempel di badan, dia tetap ikut salat berjamaah dengan khusyuk.
Bocah itu berada di shaf atau barisan pertama. Dia memilih tempat paling pinggir, supaya peralatan medis yang masih menempel di badannya tidak mengganggu jemaah lain.
Setelah salat, lalu sang dokter mendekati bocah tersebut. Dia pun bertanya mengenai keadaan bocah itu. “ Alhamdulillah saya baik-baik saja,” jawab anak itu.
“ Tadi saya mengambil fotomu ketika engkau salat,” lanjut dokter itu sambil menunjukkan foto. Anak itu kemudian tersenyum melihat fotonya.
Dokter itu kemudian berkata lagi, “ Aku akan mengupload fotomu ini ke internet agar banyak yang mendoakan untuk kesembuhanmu, apa pendapatmu?”
Anak itu pun menjawab, “ Bukan hanya mendoakanku, akan tetapi mendoakan seluruh kaum muslimin yang sakit sepertiku.”
Mendengar jawaban dari anak tersebut, dokter itu tak kuasa menahan tangis. “ Bergembiralah kau nak,” kata sang dokter sambil mengelus kepalanya.
Kisah ini diunggah oleh akun Facebook Anwar Halim pada 28 September 2015. Kisah ini sudah dibagikan ulang sebanyak 5.083 kali. Banyak pengguna Facebook yang memberikan pujian. (Sumber: Facebook Anwar Halim)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya