Kisah Pengakuan Pria Mengaku Eks Tentara Zionis Israel: `Saya Seorang Teroris`

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 18 Mei 2021 15:00
Kisah Pengakuan Pria Mengaku Eks Tentara Zionis Israel: `Saya Seorang Teroris`
"Saya merasa telah meneror orang lain"

Dream - Eran Efranti , seorang pria mengaku mantan tentara zionis Israel membongkar penindasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina. Pengakuannya itu pernah dimuat oleh kanal YouTube Cordova Media.

Dalam video tersebut, Eran menceritakan awal mula merasa ada kejanggalan dalam pekerjaan yang ia jalani. Eran pernah merasa kebingungan ketika melihat raut wajah warga Palestina terutama anak-anak saat melihat dirinya dan para tentara Israel. Pemandangannya itulah yang membuatnya merasa ada hal aneh yang terjadi.

Sebelum menjadi tentara, Eran diketahui bekerja sebagai seorang pendidik dan sangat suka anak-anak. Pengalaman itulah yang membuatnya bingung ketika anak-anak Palestina yang ditemuinya selalu merasa ketakutan.

" Dan saat ini saya menyadarinya setelah melihat banyak perspektif bahwa mereka melihat pada diri saya," kata Eran.

Ia mengatakan, bahwa warga Palestina yang tinggal di wilayah tempatnya bertugas berada di bawah kendalinya. Sehingga, ia dan para tentara Israel bebas melakukan apapun kepada para warga Palestina.

1 dari 3 halaman

Merasa Adanya Kejanggalan

Setelah beberapa waktu berlalu Eran mulai merasa dan memahami ada yang salah dalam pekerjaannya. Eran mengaku keberadaanya justru merasa telah meneror warga Palestina.

Efran© Merdeka.com

" Di awal karier militer, saya kemudian menyadari dan memahami bahwa ada seseorang yang berdusta padaku selama ini. Saya tidak merasa melindungi siapapun dan saya tidak merasa membantu siapapun atau merasa lebih aman," kata Eran.

" Saya merasa telah meneror orang lain," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Menyebut Dirinya Teroris

Selama bergabung bersama tentara Israel, lama kelamaan Eran menyebut justru semaki merasa dirinya sebagai seorang teroris. Sebab, dalam pekerjaannya itu ia dituntut untuk menakut-nakuti warga Palestina agar selalu hidup di bawah tekanan dan ancaman.

Efran© Merdeka.com

" Saya merasa saya adalah seorang teroris dan pekerjaan saya adalah untuk menakut-nakuti orang lain agar mereka tidak berpikir untuk melawan para pemukiman atau militer Israel," kata Eran.

" Itu adalah misi utama kami untuk memastikan rasa takut pada hati penduduk Palestina terus tertanam dan lain sebagainya. Dan itulah sebenarnya yang kami lakukan," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Videonya

Berikut video lengkap pengakuan Eran dari kanal YouTube Cordova Media:

Beri Komentar