Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menanam nilai kebaikan tidaklah harus memandang dari sisi status sosial. Pengalaman yang dirasakan oleh pramugari cantik China Airline terhadap salah seorang penumpang memberikan pelajaran hidup.
Bertahun-tahun bekerja di maskapai penerbangan yang melayani rute ke Peking. Satu hari, terlihat pria berusia sekitar 70 tahun tengah membawa karung lusuh, yang sepertinya sangat berharga.
Si pria tua itu berbeda dengan penumpang lainnya. Pakaian sederhana. Nyaris tak terawat membuat penumpang lainnya memandang sebelah mata.
Saat pesawat telah diterbangkan, pemandangan pramugari dan pramugara memberikan segelas minuman dan juga makanan penumpang dirasa sudah biasa.
Namun bagi pria tua itu nampak tegang dan malu-malu. Saat pramugari memberikan minuman, si pria tua itu menolak. Padahal sesekali terlihat menelan ludah bahkan raut wajahnya terlihat menahan lapar.
Pria tua itu rupanya hendak mengunjungi kedua anaknya di Peking. Jauh-jauh dari desa membawa ubi kesukaan anak-anaknya di dalam karung yang dijaga.
Peraturan bandara yang mengharuskan menaruh barang dalam beagasi sempat ditolak. Dia tak mau jika ubi yang dibawa akan hancur.
Pertemuan dengan kedua anaknya sangat ditunggu sejak lama. Oleh sebab itu dia harus menjaga betul apa yang menjadi kesukaan anak-anaknya.
Meski hidup serba pas-pas'an, laki-laki itu rela mengumpulkan uang untuk naik pesawat demi bertemu dengan anak-anaknya.
Hal ini membuat pramugari merasa tersentuh dengan ketulusan hati si pria tua. Baru kali ini melayani penumpang seperti pria tua itu.
Berkali-kali pria tua itu mengucapkan terima kasih pada pramugari karena telah berbuat baik padanya. Minuman dan makanan gratis di pesawat menjadi sajian terenak sepanjang hidupnya.
Penasaran dengan kisah Pramugari dan pria tua? Yuk simak selengkapnya Baca di sini (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif di sekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya