Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang pria tunawisma selalu duduk di sudut jalan yang sama di Kota Webster, Texas, Amerika Serikat. Bukan hanya satu atau dua hari saja, kebiasaan itu telah dilakukan selama tiga tahun. Tak peduli hujan atau panas, baik siang maupun malam.
Warga setempat yang melihatnya hanya menoleh sebentar dan kemudian hanya berlalu melewatinya, tanpa berusaha untuk bertanya kepadanya. Namun tidak demikian dengan Ginger Sprouse, wanita yang saban hari melintas di jalan itu dengan mengendarai monilnya.
Tak seperti orang-orang lainnya, rupanya Ginger merasa penasaran. Dia bertanya-tanya, mengapa pria itu duduk di tempat yang sama persis selama tiga tahun terakhir.
" Seseorang harus melakukan sesuatu tentang pria itu," kata Ginger, sebagaimana dikutip Dream dari laman Viral4real.com, Rabu 22 Maret 2017.
© Dream
Suatu hari, Ginger memutuskan untuk melakukan hal yang tidak ingin dilakukan orang-orang yang lewat. Dia menghentikan mobil dan menurunkan kaca jendela.
Ginger kemudian bertanya mengapa pria itu duduk di pinggir jalan, di tempat yang sama persis, selama 3 tahun.
Jawaban pria itu ternyata mampu mengubah hidup mereka berdua.
Pria itu mengaku bernama Victor Hubbard dan berusia 32 tahun. Kepada Ginger, Victor mengatakan dia menderita sakit mental dan tunawisma.
Tidak itu saja, dia juga hidup sendirian sejak ibunya meninggalkannya tiga tahun lalu.
Tempat dia duduk di pinggir jalan selama tiga tahun itu adalah lokasi persis saat ibunya terakhir kali meninggalkannya.
Victor mengaku selalu di tempat yang sama tersebut, dengan harapannya ibunya akan kembali.
Usai mendengar kisah Victor, Ginger merasa iba. Sejak itu, Ginger mengunjungi Victor secara rutin sambil membawa makan siang.
© Dream
Tidak sampai di situ saja, atas persetujuan suaminya, Ginger juga mempersilakan Victor ke rumahnya jika musim dingin telah tiba untuk mendapatkan kenyamanan dan makanan.
Ginger dan suaminya bahkan mengambil Victor dari jalan. Mereka memberi pria itu pakaian, makanan, dan pekerjaan di restoran mereka.
Victor juga diajak ke dokter untuk mengobati penyakit mental yang dideritanya.
Sekarang, setelah kisah mereka viral di Facebook, banyak orang yang tergugah untuk membantu Victor menemukan kembali hidupnya.
Ginger akhirnya terhubung dengan paman Victor yang ternyata tinggal di sekitar Texas. Pamannya langsung ke Webster begitu membaca kisah Victor.
Dan baru-baru ini, Victor akhirnya bertemu kembali dengan ibu yang telah meninggalkannya selama tiga tahun terakhir.
" Aku bicara kepadanya dan aku merasa hidupku telah lengkap," kata Victor. Dia mengatakan ini semua tidak akan terjadi jika tidak dibantu oleh sahabat baiknya, Ginger.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya