Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jenazah Fagilyu (Foto: Mail Online)
Dream - Ada hal-hal dalam hidup ini yang harus dilakukan dengan teliti, termasuk dalam menyatakan bahwa seseorang telah meninggal dunia.
Ketika seseorang meninggal, pemeriksaan menyeluruh harus dilakukan oleh dokter yang kompeten. Jika tidak, situasi yang sudah menyedihkan akan berubah menjadi lebih memilukan.
Itulah yang terjadi pada wanita Rusia bernama Fagilyu Mukhametzyanov pada tahun 2011. Terlepas dari kenyataan bahwa cerita ini terjadi lima tahun yang lalu, namun menjadi sangat populer sehingga orang di seluruh dunia terus membahasnya di dunia maya.
Lantas apa yang sebenarnya terjadi pada wanita yang saat itu berusia 49 tahun?
© Dream
Tragedi dimulai ketika Fagilyu mengeluh kepada suaminya, Fagili, 51 tahun, bahwa dia merasa sakit dada.
Fagili segera membawa Fagilyu ke dokter dekat rumah mereka di Kazan City, Rusia. Sayangnya, pada saat mereka sampai ke dokter, Fagilyu hilang kesadaran.
Dokter mengatakan bahwa Fagilyu mungkin pernah mengalami serangan jantung. Dia kemudian dinyatakan telah meninggal dunia. Fagili yang syok dan sedih memutuskan untuk tidak membalsem istrinya.
Menurut tradisi Rusia, orang yang meninggal dunia tidak dibalsem jika akan dimakamkan di perkuburan lokal.
© Dream
Selang beberapa hari kemudian, Fagilyu ditaruh di dalam peti mati dan pemakamannya sedang dipersiapkan. Namun, ketika Fagili dan kerabat yang lain mengucapkan kata terakhir sebelum peti mati dibawa pergi untuk dimakamkan, Fagilyu tiba-tiba bangun dari kematiannya.
Sesaat Fagilyu hanya duduk di peti matinya. Hal pertama yang dia lihat adalah orang-orang yang menangisi dirinya. Dia mendengar mereka berdoa untuknya.
Ketika menyadari bahwa dia akan segera dikubur hidup-hidup, Fagilyu berteriak kencang.
" Matanya bergetar dan kami segera bergegas membawanya kembali ke rumah sakit. Tapi dia hanya hidup selama 12 menit," kenang Fagili.
© Dream
Dokter kemudian menegaskan bahwa syok saat bangun di pemakamannya sendiri membuat Fagilyu terkena serangan jantung.
Kali ini, dia tidak hanya dianggap meninggal tapi memang benar-benar telah pergi untuk selamanya.
Kesedihan Fagili pun menjadi dua kali lipat. Dia juga marah. Laporan-laporan mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk menggugat dokter pertama yang keliru menyatakan Fagilyu telah meninggal. Namun, tidak ada kabar kelanjutan tentang masalah ini.(Sah)
(Sumber: elitereaders.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya