Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Baca Alquran
Dalam upaya perdamaian Israel dan Palestina, Paus Francis mengadakan doa bersama pemimpin agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Untuk pertama kali doa dan bacaan Al Quran akan diperdengarkan di Vatikan.
Dream - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, doa dan bacaan dari Alquran diperdengarkan di Vatikan pada hari Minggu 8 Juni 2014 waktu setempat. Langkah ini diambil Paus Fransiskus sebagai bentuk usaha perdamaian antara Israel dan Palestina.
Seperti dikutip dari Fox News, Minggu 8 Juni 2014, Paus Fransiskus mengundang Presiden Israel Shimon Peres dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dalam kunjungannnya pekan lalu ke Yordania, Israel, dan Palestina.
Abbas, Peres, dan Fransiskus akan bergabung dengan para pemimpin agama Yahudi, Kristen dan Islam dalam acara doa bersama. Pejabat Tahta Suci Vatikan menyatakan pada Jumat lalu, doa bersama yang dilaksanakan pada malam hari itu akan menjadi "jeda politik" dan tidak ada tujuan politik.
Acara ini hanya bermaksud untuk menghidupkan kembali keinginan perdamaian antara Israel dan Palestina pada tingkat politik dan populer.
Rencananya, acara itu akan disiarkan secara live oleh pihak Vatikan untuk penonton di seluruh dunia.
Namun, ada pihak yang tidak terlalu yakin dengan acara itu. Seperti salah satu pimpinan umat Katolik di Palestina, Pierbattista Pizzaballa. Dia pesimis acara ini mencapai tujuan yang dimaksud.
"Tak seorang pun berpikir perdamaian langsung terjadi keesokannya," ujar Pizzaballa.
Pada Jumat, pihak Vatikan menyampaikan bahwa Paus Fransiskus juga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk membicarakan cara mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Asia. (Ism)