Larangan Hirup Shisha Meluas

Reporter : Agung
Sabtu, 7 Juni 2014 19:30
Larangan Hirup Shisha Meluas
Mulai 1 Juni, pemerintah Abu Dhabi akan menindak tegas restoran yang menyajikan shisha. Yordania sudah lebih dulu.

Dream - Pemerintah ibukota Uni Emirat Arab kini tidak lagi memberi toleransi pada restoran yang menyajikan shisha. Mereka merasa sudah memberikan tenggang waktu kepada restoran selama berbulan-bulan. Sosialisasi aturan juga sudah disampaikan sejak lama.

" Kami menerima pemberitahuan tentang larangan layanan shisha lebih dari sebulan yang lalu. Kini, kami mendapat pemberitahuan secara tegas untuk menghentikan layanan tersebut sama sekali," kata A Ghali, manajer sebuah restoran. Menurut Ghali, akibat aturan ini ratusan pekerja kehilangan pekerjaan. Di restorannya saja ada enam pekerja yang khusus melayani shisha.

Shisha adalah kegiatan menghirup aroma buah-buahan dan tembakau yang dibakar, lalu uapnya dialirkan melalui pipa atau bejana dan dihirup oleh hidung melalui selang. Meski sudah dilarang masih banyak restoran yang melayani shisha. Dan mereka mengaku belum menerima pemberitahuan apapun dari pemerintah kota Abu Dhabi.

Larangan layanan shisha di Dubai menyusul keputusan serupa di ibukota Yordania, Amman awal tahun ini. Keputusan tersebut memicu kemarahan pemilik kafe dan pelanggan shisha di Amman. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tembakau khusus untuk shisha atau waterpipe tobacco adalah salah satu jenis tembakau yang paling populer di dunia, dengan Mesir dan Arab Saudi merupakan negara pengimpor terbesar. Nilai impor kedua negara tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 40 persen dari pasar di seluruh dunia.

Namun pada bulan April lalu, Mesir melarang kompetisi menghisap shisha bernama 'World Shisha Championship'. Pemerintah Mesir mengatakan kompetisi tersebut telah melanggar perjanjian anti tembakau internasional yang sudah ditandatangani oleh Mesir. Mereka akan mengambil langkah hukum terhadap penyelenggara acara tersebut jika kompetisi masih diteruskan.

Budaya menghisap shisha dibawa oleh para imigran dari Afrika Utara dan Timur Tengah. Menurut WHO, shisha sangat berbahaya bagi penggunanya. Bahkan dalam satu sesi kegiatan shisha (sekitar satu jam) sama saja dengan menghirup 100-200 kali volume asap dari satu batang rokok.

Beri Komentar