Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesta Shisha Kalangan Muda (bluechipmag.com)
Dream - Pemerintah ibukota Uni Emirat Arab kini tidak lagi memberi toleransi pada restoran yang menyajikan shisha. Mereka merasa sudah memberikan tenggang waktu kepada restoran selama berbulan-bulan. Sosialisasi aturan juga sudah disampaikan sejak lama.
" Kami menerima pemberitahuan tentang larangan layanan shisha lebih dari sebulan yang lalu. Kini, kami mendapat pemberitahuan secara tegas untuk menghentikan layanan tersebut sama sekali," kata A Ghali, manajer sebuah restoran. Menurut Ghali, akibat aturan ini ratusan pekerja kehilangan pekerjaan. Di restorannya saja ada enam pekerja yang khusus melayani shisha.
Shisha adalah kegiatan menghirup aroma buah-buahan dan tembakau yang dibakar, lalu uapnya dialirkan melalui pipa atau bejana dan dihirup oleh hidung melalui selang. Meski sudah dilarang masih banyak restoran yang melayani shisha. Dan mereka mengaku belum menerima pemberitahuan apapun dari pemerintah kota Abu Dhabi.
Larangan layanan shisha di Dubai menyusul keputusan serupa di ibukota Yordania, Amman awal tahun ini. Keputusan tersebut memicu kemarahan pemilik kafe dan pelanggan shisha di Amman. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tembakau khusus untuk shisha atau waterpipe tobacco adalah salah satu jenis tembakau yang paling populer di dunia, dengan Mesir dan Arab Saudi merupakan negara pengimpor terbesar. Nilai impor kedua negara tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 40 persen dari pasar di seluruh dunia.
Namun pada bulan April lalu, Mesir melarang kompetisi menghisap shisha bernama 'World Shisha Championship'. Pemerintah Mesir mengatakan kompetisi tersebut telah melanggar perjanjian anti tembakau internasional yang sudah ditandatangani oleh Mesir. Mereka akan mengambil langkah hukum terhadap penyelenggara acara tersebut jika kompetisi masih diteruskan.
Budaya menghisap shisha dibawa oleh para imigran dari Afrika Utara dan Timur Tengah. Menurut WHO, shisha sangat berbahaya bagi penggunanya. Bahkan dalam satu sesi kegiatan shisha (sekitar satu jam) sama saja dengan menghirup 100-200 kali volume asap dari satu batang rokok.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya