Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tak hanya Indonesia, gejolak harga jelang Ramadan juga kerap kali terjadi di negara-negara muslim lain di dunia. Bahkan, lonjakan harga bisa membuat pusing sebuah negara muslim terkaya.
Laman Arabnews yang dikutip Dream.co.id, Sabtu, 7 Juni 2014 melaporkan, harga beras ukuran 10 kilogram di kawasan Arab telah meroket hingga 45 persen jelang Ramadan.
Kalangan pedagang menuding lonjakan harga beras ini terjadi karena adanya antisipasi penduduk Arab jelang bulan puasa. Para penjual juga menuding minimnya pasokan beras dari negara-negara eksportir telah menggiring harga pangan tersebut terus merangkak naik.
" Harga beras memang senantiasa naik setiap menjelang bulan puasa, namun kenaikan kali ini sangat tajam," ujar para pedagang.
Kenaikan harga beras menjadi semakin tinggi karena pasokan beras khusus yang didatangkan dari India terus berkurang. Brasmati memang selama ini menjadi beras pilihan bagi para pekerja asing dari Asia Selatan.
Meski telah melonjak hingga 40 persen, masyarakat Arab tampaknya bakal merogoh kocek lebih dalam lagi. Para pedagang menduga harga beras masih akan merangkak naik dalam beberapa pekan ke depan.
Sama dengan Indonesia, Menteri Perdagangan Arab Saudi juga berjanji akan terus memantau kenaikan harga barang jelang bulan puasa. Pemerintah setempat bahkan berjanji akan mengenakan sanksi kepada pedagang yang diketahui bermain-main dengan pasokan barang di pasar.
Para pedagang selama ini berdalih permainan harga justru terjadi di tingkat dunia. Akibatnya, penjual lokal tak bisa mengontrol kenaikan harga tersebut. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya