Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kampus Di Jepang Buka Kantin Halal (http://www.apu.ac.jp/)
Dream - Semakin banyak kampus di Jepang yang membuka kafe halal. Makanan tradisional Jepang yang dijajakan di sana dipastikan sesuai syariat Islam.
Asosiasi Bisnis Koperasi Universitas Tokyo yang menjadi penyuplai makanan di kampus-kampus dan instansi lain di wilayah Kanto telah memperkenalkan bumbu halal untuk washoku atau masakan tradisional Jepang.
Dengan demikian, para pelajar muslim yang menuntut ilmu di Jepang memiliki pilihan menu makanan yang lebih banyak. Apalagi universitas-universitas itu memberi dukungan dengan langkah ini. Mereka yakin cara ini akan menarik banyak pelajar muslim untuk belajar di Negeri Matahari Terbit itu.
Menurut Federasi Nasional Asosiasi Koperasi Universitas di Jepang, saat ini setidaknya ada 19 perguruan tinggi yang menawarkan kantin-kantin halal. Diantara kampus itu diantaranya Universitas Tokyo, Universitas Kyoto, Universitas Hokkaido, dan Universitas Kyushu.
Kebanyakan perguruan tinggi yang membuka kafe-kafe halal itu adalah kampus-kampus negeri. Namun ada pula universitas swasta dan kampus di pinggiran kota yang ikut membuka kafe halal. Misalnya saja Universitas Waseda, Universitas Keio, Universitas Saitama, dan Universitas Yamanashi. Kafe di kampus-kampus ini mulai menawarkan makanan halal di akhir tahun pelajaran.
Pada 26 Mei yang lalu, diadakan acara mencicipi makanan tradisional Jepang yang halal di Universitas Tokyo. Menu-menu yang disediakan antara lain mie zurusoba dan ayam. Hidangan ini merupakan bagian dari menu halal di kantin kampus itu.
Proses pemasakan mie yang disajikan itu dipastikan bebas alkohol dan hanya menggunakan kecap yang diproduksi oleh Asosiasi Bisnis Koperasi Universitas Tokyo yang dimiliki oleh kampus di Ibukota Jepang itu.
" Terima kasih untuk ini, saya dapat menikmati soba dan udon tanpa rasa khawatir," kata Tanzilur Rahmana, mahasiswa pelajar asal Bangladesh yang berusia 28 tahun seperti dikutip Dream dari The Japan News, Jumat 6 Juni 2014.
Universitas Tokyo memiliki sekitar 3.000 pelajar asing. Sekitar 250 di antaranya berasal dari negara-negara Islam. Kantin di universitas ini mulai menyediakan makanan halal lima tahun silam. Namun saat itu menu halal masih terbatas. Sekarang, sudah lumayan banyak.
Kementerian Pendidikan Negeri Sakura itu rupa-rupanya juga mendukung langkah ini. Apalagi mereka akan meningkatkan jumlah pelajar asing hingga 300 ribu pada 2020. Hingga Mei tahun lalu ada sekitar 135.500 pelajar asing di Jepang. Dari jumlah itu tujuh ribu di antaranya adalah pelajar muslim.
" Makanan halal akan menjadi nilai tambah untuk menarik mahasiswa luar negeri," demikian pernyataan Kementerian Pendidikan Jepang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya