Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Muslimah Di Tiongkok (indianexpress.com)
Larangan ini diklaim dikeluarkan menyusul semakin agresifnya umat Muslim terutama di Xinjiang.
Dream - Menyambut bulan puasa, umat muslim Tiongkok kembali harus menghadapi kabar sedih. Pemerintah setempat mengeluarkan peringatan kepada Muslim, terutama penduduk Provinsi Xinjiang, untuk tidak menjalankan puasa.
Peringatan ini bahkan diucapkan sendiri oleh Presiden Xi Jinping usai Konferensi Nasional tentang Agama dan disiarkan langsung oleh jaringan televisi nasional China Central Television (CCTV).
Jinping menyasar langsung peringatan tersebut kepada etnis Uighur. Ini lantaran dalam sejumlah kasus di masa lalu, etnis Uighur diklaim menjadi sangat agresif dalam memprotes kebijakan negara.
Sebagian besar Muslim di Xinjiang diklaim telah menjadi radikal. Pemerintah Tiongkok menangkap hal ini sebagai situasi yang patut dikendalikan.
Kawasan Xinjiang berbatasan langsung dengan Pakistan. Dari negara inilah paham radikal masuk dan mempengaruhi Muslim di salah satu provinsi Tiongkok tersebut.
Tiongkok juga mengklaim telah mengingatkan Pakistan secara halus untuk tidak lagi mengirim pesan-pesan radikalisme. Tetapi, peringatan itu sepertinya gagal.
Larangan yang disampaikan Jinping dalam pidato tersebut juga diarahkan kepada Pakistan. Kebijakan ini merupakan langkah pemerintah Tiongkok yang meniadakan toleransi demi mencegah paham Pan-Islamisme.
Jinping lantas meminta rakyat Tiongkok untuk tidak memusingkan diri mereka dengan tendensi apapun di luar ideologi Partai Komunis Tiongkok.
Sumber: indianexpress.com