Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Helm Beserta Talinya Memang Dirancang Sedemikian Rupa Agar Kepala Pengendara Sepeda Motor Bisa Terlindung Dengan Baik. (Foto: Shutterstock)
Dream – Helm berfungsi sebagai perangkat keselamatan dan pelindung kepala pengemudi motor. Sebagai pelindung kepala, helm tentu harus memiliki kualitas dan ketahanan helm yang terbaik.
Desain helm juga sudah dirancang dan dipikirkan sedemikian rupa oleh ahli untuk memberikan keamanan bagi pengendara ketika terjadi kecelakaan di jalan raya.
Tapi, sayangnya tak sedikit pengendara motor yang kurang memahami proses uji dan desain helm tersebut.
Belakangan cukup banyak pengendara motor yang memodifikasi tali helm dari model quick release menjadi double d ring seperti helm-helm yang dipakai oleh para pembalap MotoGP.
Dikutip dari Suzuki, Sabtu 8 Desember 2018, ada satu alasan yang sering mereka utarakan kenapa mengganti tali model sesuai dengan keinginan tersebut. Mereka mengubahnya dari yang bertipe quick release ke double d ring. Alasannya, mereka hanya merasa bosan.
Padahal, pengendara motor harus tahu bahwa modifikasi di helm tersebut tidak diperbolehkan.
Mengapa?
Kalau diganti, pemakainya tidak tahu pasti bagaimana kualitas pengerjaan dan bahan yang dipakai untuk membuat tali helm tersebut. Ingat, bahan dari pabrikan punya kualitas yang sudah lulus tes.
Risiko putus bisa terjadi pada talinya atau rivetnya. Hal seperti itu biasanya sudah diperhitungkan dengan detail oleh pabrikan helm.
Ancaman lain yang harus dihadapi mereka yang mengganti tali helmnya adalah pengguna harus menanggung akibat sendiri dari keputusannya. Tanggung jawab terhadap kegagalan tersebut tidak bisa ditimpakan kepada produsen pembuat helm. Pengerjaan modifikasi yang dilakukan bukan atau tidak atas rekomendasi pabrikan.
Mengganti tali helm memang sangat mudah dan harga yang ditawarkan penjualnya pun terbilang terjangkau. Tapi kamu harus ingat bahwa fungsi tali helm tersebut sangat krusial untuk keamanan dan sangat disarankan untuk tidak menggantinya sembarangan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya