Asal-usul Mi Instan

Reporter : Eko Huda S
Sabtu, 9 Januari 2016 12:01
Asal-usul Mi Instan
Mi instan sudah akrab dengan masyarakat dunia. Tahukah Anda siapa orang jenius yang pertama kali memperkenalkan mi instan?

Dream - Masyarakat dunia sudah karib dengan mi instan. Termasuk di Indonesia. Mi cepat saji ini memang telah menjadi menu favorit.

Mi instan dihidangkan dengan berbagai rupa. Menjadi kudapan ataupun menu utama. Dalam bentuk mi rebus maupun goreng.

Namun, tahukah Anda asal-usul mi instan? Dan orang jenius yang membuat orang di dunia berselera itu adalah Momofuku Ado. Warg Jepang yang lahir di Taiwan.

Momofuku mengenalkan mi instan pada 1958. Kemudian dia mendirikan perusahaan Nissin dan memproduksi mi instan pertama di dunia bernama Chicken Ramen.

Pada 1971, Nissin memperkenalkan mi dalam gelas, bermerek Cup Noodle. Kemasan mi ini terbuat dari styrofoam tahan air. Untuk memasaknya, tinggal menuang air panas ke dalam gelas berisi mi kering itu.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

(Ism) 

1 dari 4 halaman

Anda Ingin Mie Instan Sehat? Ini Rahasia Cara Memasaknya

Dream - Mie instan. Inilah menu yang sangat karib dengan masyarakat di Indonesia. Makanan ini disajikan dalam berbagai rupa. Mulai camilan hingga menjadi menu utama.

Ya, mie instan memang jadi menu populer. Lihatlah laporan World Instan Noodles Association pada Mei silam. Dalam setahun, penduduk Bumi menghabiskan 102,7 miliar bungkus mie instan.

Dan Indonesia menjadi negara ke dua paling banyak mengonsumsi mie instan dalam setahun, yaitu 13,4 miliar bungkus. Indonesia berada di bawah China yang menghabiskan 44,4 miliar bungkus pertahun. Di bawah Indonesia ada Jepang, India, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Tapi banyak ulasan menyebut jika terlalu banyak mengonsumsi mie instan buruk untuk kesehatan. Mie instan dituding sebagai pemicu kanker, tekanan darah tinggi, meningkatkan kadar kolesterol, dan sebagainya. Mengerikan bukan?

Jangan khawatir dulu. Presiden Masyarakat Gizi Malaysia, Dr Tee E Siong, punya tips khusus bagaimana mengonsumsi mie instan dengan sehat.

“ Banyak orang berpikir makan mie instan adalah beracun dan bahaya, tapi ini tidaklah benar. Beberapa orang berlebihan dan menyalahgunakan ini. Ini bukan berarti makan mie instan lima kali sehari,” ujar Siong, sebagaimana dikutip Dream dari The Straits Times, Sabtu 5 Desember 2015.

Menurut dia, makan mie instan sama dengan mengonsumsi roti. Mie instan kaya akan karbohidrat, lemak, sedikit protein, serat, mineral, dan vitamin, sehingga harus dikonsumsi dengan menu lainnya.

Lantas bagaimana membuat mie instan yang sehat? Menurut Siong, “ Jangan menambahkan semua bumbunya.” Ya, jangan menuang semua bumbu ke dalam mie instan. Secukupnya saja!

Selain itu, juga tambahkan bahan lain ke dalam menu mie instan. Sehingga dalam sekejap, mie instan Anda menjadi menu sehat. “ Untuk membuatnya bergizi seimbang, tambahkan sayuran segar, telur, daging cincang atau sarden.”

Nah, dengan demikian setidaknya mie instan yang kita konsumsi akan punya gizi lebih jika dibandingkan kita hanya merebus dan langsung memakannya tanpa menambah bahan lain.

“ Kita perlu asupan gizi sepanjang hari. Berapa banyak Anda makan, bagaimana Anda makan, dan bagaimana makanan itu dimasak menjadi hal penting,” tambah Siong.

Lantas, bagaimana dengan kandungan monosodium glutamat (MSG) dalam mie instan? Tidkakah bahan ini berbahaya sebagaimana adikhawatirkan banyak orang?

Siong tak yakin MSG akan memperburuk kesehatan manusia. “ Jika Anda melihat badan pengawas makanan di dunia, tak ada ysng mrlsrsng MSG,” kata dia.

“ Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa MSG jelek untuk kesehatan. Orang Jepang menggunakan ini selama berabad-abad dan mereka sehat-sehat saja,” tambah Siong.

Dia bahkan menganjurkan masyarakat untuk menggunakan MSG dengan bijak. MSG sebenarnya tidak memiliki rasa. “ Itu hanya penambah rasa yang memiliki natrium kurang dari garam ,” ujar dia.

2 dari 4 halaman

Hindari Terlalu Sering Makan Mie Pakai Nasi

Dream -  Sebagian dari kita ada yang menanggap bahwa belum makan kalau  belum menyantap nasi. Dan kadang ada juga yang menyantap nasi yang dicampur dengan mie instan. Rasanya memang enak. 

Nah, masalahnya tahukah kita bahwa di balik menyatunya dua makanan sumber karbohidrat dan kalori cukup tinggi ini dan ternyata kurang bagus bagi kesehatan, bila terlalu sering dan terus menerus.

Dalam beberapa kemasan mie, ada yang mengandung 310 kalori atau setara dengan satu porsi nasi ukuran sedang lengkap dengan lauk pendukung.  Tapi ada juga beberapa mie yang kadar kalorinya di bawah jumlah itu.  Jadi jika satu porsi mie yang kalorinya tinggi ditambah dengan seporsi nasi, maka asupan kalori dalam tubuh dapat mencapai 600-700 kalori, meski kebutuhan kalori harian manusia 2000, jika terlalu sering bisa bikin tubuh melar.

Rasanya yang enak dan tekstur kenyalnya memang membuat banyak orang jatuh hati pada mie. Mungkin ada baiknya mulai saat ini jangan terlalu sering, memeriksa apakah mie itu sesuai dengan standar SNI atau tidak,  atau mengganti 'pendamping' mie instan dengan sumber protein, serat dan vitamin lain seperti sayuran, telur hingga daging. 

Kandungan garam dan MSG yang sangat tinggi membawa pengaruh yang kurang baik bagi kesehatan tubuh. Jika memang ingin mengkonsumsi mie baiknya dibatasi satu atau dua minggu sekali saja atau dikombinasi dengan sayur-saruan. 

Sejumlah peneliti di Amerika Serikat juga pernah melakukan penelitian soal efek kurang baik bagi kesehatan jika mie dikonsumsi terlalu sering, sekitar 3 hingga 4 kali sepekan.

Pemimpin penelitian ini, Dr Shin, kepada Daily Mail Kamis 14 Agustus 2014, menyebutkan bahwa konsumsi yang sering itu dapat menaikkan resiko sindrom kardiometabolik. Karena selain pengawet, katanya, " Mie itu memiliki unsur kimia yang disebut sebagai bisphenol A."

Unsur itulah yang menganggu cara kerja hormon. Karena itu dia mengimbau agar tidak terlalu sering mengkonsumi mie.

3 dari 4 halaman

Awas! Santap Mi Instan Bareng Soda Bisa Sangat Bahaya

Dream - Ini peringatan bagi penggemar mi instan. Jangan pernah lagi menyantap mi cepat saji itu dengan disertai menenggak minuman bersoda. Jika “ overdosis”, bisa-bisa perut Anda akan “ meletus”.

Simak saja kisah Xiao Cao. Pria asal Chongqing, Tiongkok ini harus dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap mi instan dan kemudian menenggak minuman bersoda. Perut pria itu kembung. Dipenuhi gas.

Ya, Cao terlalu banyak makan mi dan juga meminum soda. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, dia memasak dua bungkus mi instan. Setelah itu, dia langsung meminum dua botol soda, keripik kentang, dan beberapa snack. Jelas perutnya penuh. Kenyang.

Beberapa saat, dia merasa perutnya kembung. Membesar. Rasa sakit segera mendera. Seperti akan “ meletus”. Dia segera dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa, hasilnya sangat mengejutkan.

Dokter menemukan perut dan ususnya bengkak. Penuh dengan gas. Bahkan, dokter harus menggunakan tabung untuk mengeluarkan gas berlebih dalam perut itu.

Mengapa bisa terjadi? Seorang profesor biologi dan ilmu makanan di Universitas Teknologi dan Bisnis Chongqing mengatakan bahwa mengonsumsi minuman berkarbonasi, yang bersifat asam, dan mi instan yang mengandung zat-zat alkalin seperti lem secara bersama-sama akan menyebabkan reaksi asam-basa kuat. Perpaduan ini akan melepaskan gas karbon dioksida yang sangat banyak di perut.

Biasanya, kata profesor itu, gas di dalam tubuh itu akan keluar saat seseorang bersendawa. Tapi untuk kasus Cao ini terlalu ekstrem. Dia kebanyakan makan mi dan minum soda. Sehingga gas yang dihasilkan terlalu banyak.

(Sumber: AsiaOne)

4 dari 4 halaman

Hindari Pakai Air Rebusan Mie

Dream - " Kalau masak mie itu kan saat merebusnya air tidak jernih. Itu residunya (ampas atau endapan bahan kimia). Saat kita buka kemasan mie itu masih ada tepung-tepungnya gitu air rebusan pertama yang menyerapnya, jadi jangan dipakai. Sajikan dengan air panas yang masih bersih," kata Lucky Andreono, juara masterchef Indonesia 2012.

Lucky menambahkan saat merebus mie sebaiknya biarkan air benar-benar mendidih, supaya mie benar-benar matang. " Habis mendidih biarkan setidaknya 3 atau 10 menit," kata pria kelahiran Malang,16 April 1980 ini kepada Dream.co.id, Senin, 22 September 2014.

Untuk mencampur bumbu dan mie goreng, Lucky mengatakan perlu menambahkan air panas satu sendok makan. " Campurkan satu sendok makan air panas pada bumbu mie goreng agar matang dan mudah mencampurnya dengan mi goreng," kata Lucky.

Saat masak mie menurut Lucky harus membaca labelnya. Teliti kandungan lemaknya dan semuanya. Cara penyajiannya yang benar juga perlu diperhatikan. " Semua itu biasanya ada di label," ujarnya.

Lucky membenarkan bahwa mie bisa membuat berat badan bertambah. " Semua karbohidrat memang begitu, tidak hanya mie," katanya. Dia menyebut selain mie juga nasi, kentang atau sumber karbohidrat lainnya. " Terpenting itu food combining. Misalnya saat masak mie campurkan juga dengan sayuran," kata Lucky. 

General Manager Marketing Noodles Division ICBP, Julia Atman menjelaskan bahwa penjualan mi pun mengalami peningkatan.

" Saat ini penjualan untuk mi sendiri sudah sampai 16 juta pack, membuktikan banyak sekali yang mengonsumsi mi. Produk kami yang paling banyak pemintaannya itu mi goreng," kata Julia.

Julia menyarankan untuk orang yang ingin mengonsumsi mi, namun memiliki masalah di lambung atau maag, sebaiknya konsultasi dengan dokter.

" Kalau mi ini memang ada campuran lada sama cabainya, kalau ingin mengonsumsinya coba konsultasi dengan dokter dulu. Kalau produk Indomie sudah melewati proses produksi yang sesuai dengan standar mutu dan keamanan pangan yang berlaku di Indonesia," kata Julia. 

Bagi penggemar mie instan, sebaiknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut diantaranya: (Ism)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik