Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Makanan Halal.
Dream - Aturan pengampunan pajak (tax amnesty) membuka peluang Indonesia kebanjiran dana asing. Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pun berpeluang memanfaatkan dana ini.
Mantan Menteri BUMN, Tanri Abeng, mengatakan sektor UKM merupakan tulang punggung dalam perekonomian Indonesia. Tak hanya itu, UKM juga turut berperan dalam menekan angka pengangguran di Tanah Air. Sektor ini juga disebut bisa memanfaatkan aliran dana masuk (capital inflow) ke Indonesia.
"Dalam konteks ekonomi dan keuangan kita saat ini, UKM Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam menarik capital inflow dari sektor industri halal yang sedang berkembang pesat saat ini," kata Tanri dalam acara diskusi Solusi Ekonomi Institute for Development and Finance (INDEF), Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, PAS FM, dan World Islamic Economic Forum (WIEF) di Jakarta, dikutip dalam keterangan yang diterima Dream, Selasa 26 Juli 2016.
Meskipun perekenomian global saat ini masih mengalami krisis, nilai investasi langsung asing (Foreign Direct Investment-FDI) di Indonesia meningkat. Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM), FDI ke Indonesia meningkat sebesar 19,2 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp665,9 triliun pada tahun 2015.
Perkembangan Amnesti Pajak dan Keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa (Brexit) diperkirakan telah memicu investor untuk merelokasi dana mereka dari Inggris atau Eropa ke beberapa negara Asia termasuk Indonesia.
Sementara itu, Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati, menilai sektor makanan dan non makanan halal, seperti produk kesehatan, kosmetik, hotel, dan katering diperkirakan akan melonjak hingga US$790 miliar atau Rp10,37 triliun per tahun. Dikatakan masih ada 80 persen pasar halal yang belum tergali dan UKM seharusnya bisa merebut pasar itu dengan meningkatkan kualitas produk mereka untuk masuk ke pasar internasional.
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, potensi dari sektor halal harus dapat dimanfaatkan oleh UKM Indonesia melalui peningkatan produktivitas, kualitas dan pemasaran.
Enny mengatakan pihaknya mengapresiasi inisiatif Badan Kebijakan Fiskal dengan mengadakan WIEF ke-12 yang bisa memfasilitasi UKM dan bisnis syariah untuk memanfaatkan dana repatriasi pajak atau dana-dana yang belum terjamah UKM.
"Potensi bisnis syariah kita lebih besar daripada negara-negara lain, WIEF dapat menjadi ajang memaksimalkan potensi tersebut," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Analisis Ekonomi Internasional dan Hubungan Investor Badan Kebijakan Fiskal, Dalyono, mengatakan pemerintah sudah secara komprehensif memikirkan cara memaksimalkan masuknya dana asing termasuk dengan menggandeng manajer investasi, pialang, dan bank-bank mitra yang diatur dalam Undang-Undang Amnesti Pajak.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi