Ilustrasi
Dream - Indeks bursa saham syariah bergerak fluktuatif. Pelaku pasar cenderung bersikap spekulatif dengan sentimen yang muncul.
Munculnya aksi beli investor lokal di awal sesi sedikit memberikan dorongan indeks saham menguat.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 26 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,036 poin ke level 158,780.
Adanya aksi beli di awal sesi sukses mengangkat ISSI kembali ke jalur positif. Hingga 35 menit waktu perdagangan, ISSI telah menanjak 0,157 poin (0,10%) ke level 158,973.
Laju positif ISSI ini terangkat oleh naiknya harga saham dari 48 emiten syariah. Namun ISSI masih mewaspadai pelemahan yang dicetak 55 emiten syariah dan 52 lainnya yang stagnan.
Di awal sesi ini, transaksi perdagangan saham syariah telah mencetak nilai Rp 614,73 miliar dengan 6,45 miliar saham yang berpindahtangan.
Pembukaan di zona negatif juga sempat dicetak saham-saham bluechips syariah. Terkoreksi 0,193 poin, Jakarta Islamic Index (JII) dibuka di zona merah 659,597.
Melantainya pelaku pasar di tengah kecemasan penanganan Yunani tampaknya sedikit berkurang. Terlihat dari munculnya aksi beli investor pada saham-saham bluechips syariah.
Hingga 35 menit waktu perdagangan, indeks JII sudah terdongkrak naik 1,915 poin (0,29%) ke level 661,705.
Sebanyak 10 emiten keping biru syariah telah beranjak menguat dan 13 lainnya melaju lemah. Sisanya memilih bertahan stagnan.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga memulai perdagangan dari zona negatif. Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 3,015 poin (0,06%) ke level 4.917,02.
Namun IHSG langsung melompat ke zona hijau di pembukaan perdagangan saham dengan menguat 4,9 poin (0,1%) ke level 4.924,917.
Advertisement

Terlalu Banyak Minum Kopi Bisa Berdampak pada Kepadatan Tulang, Studi Menemukan

Keracunan Makanan Bisa Memicu IBS yang Bertahan Berbulan-bulan, Bahkan Bertahun-tahun

Penuh Haru, Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Kidal vs Kanan: Fakta-Fakta Menarik tentang Dominasi Tangan Manusia

Mengapa Hari Ini Sangat Produktif, tetapi Besok Sulit Fokus? Ini Penjelasan Ilmuwan

