Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Dua Indeks Syariah Bertahan Di Zona Hijau.
Dream - Indeks syariah menutup perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 21 Desember 2017 dengan gemilang. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sama sekali tak beranjak dari zona hijau.
Kembalinya aksi beli pemodal asing dan lokal ini tak lepas dari sentimen positif naiknya peringkat rating investasi Indonesia dari Fitch Rating. Lembaga pemeringkat itu menaikkan rating surat utang Indonesia dari BBB minus menjadi BBB.
Sentimen positif itu bahkan menghantarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak level tertingginya sepanjang sejarah di level 6.183,391.
Indeks ISSI menutup perdagangan dengan melompak 1,911 poin (1,04%) ke level 185,545. Sejak sesi pembukaan ISSI sudah menghijau dengan menguat ke level 184,077. ISSI sempat menyentuh level tertingginya di 185.575.
Indeks keping biru syariah, JII tercatat meroket lebih tinggi dengan menanjak 9,511 poin (1,31%) ke level 738,104.
Kedua indeks acuan saham syariah ini ikut menikmati banjir dana investor di lantai bursa. Dengan 145,49 juta saham yang diperdagangkan, nilai transaksi perdagangan saham syariah melesat menjadi Rp6,53 triliun.
Kabar baik dari laporan Fitch Rating juga terdengar oleh pemodal asing. Mereka kembali melakukan aksi beli dengan mencetak nett buy yang hampir naik dua kali lipat. Nilai beli bersih asing mencapai Rp828 miliar.
Aksi beli saham marak terjadi hampir di semua indeks sektoral. Investor banyak membelanjakan dananya untuk membeli saham sektor barang konsumsi yang naik 1,99 persen, manufaktur 1,60 persen, dan perdagangan 1,28 persen.
Hanya ada satu indeks yang melemah yaitu pertanian dengan koreksi 0,08 persen.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp900, UNVR Rp550, LPPF Rp275, SMGR Rp250, dan AKRA Rp175.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah PGAS yang harga sahamnya turun Rp40, KLBF Rp30, TPIA Rp25, SCMA Rp20, dan LSIP Rp15.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 29 poin (0,21%) ke level Rp13.550.
(Sah)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah