Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Gerbang Tol Salatiga. (Foto: PT Jasa Marga Tbk (Persero))
Dream – Gerbang tol Salatiga resmi dibuka. Dengan dibukanya ruas baru itu, jalan tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga bisa beroperasi fungsional untuk arus mudik dan arus balik Lebaran 2017.
Dilansir dari keterangan tertulis PT Jasa MargaTbk (Persero) yang diterima Dream, operator jalan tol in, PT Trans Marga Jateng mengatakan jalan tol ini memiliki panjang 17,6 km dan sudah bisa digunakan untuk arus mudik dan arus balik.
“ Pekerjaan jalan tol Bawen-Salatiga telah selesai tanggal 15 Juni 2017 dan diberlakukan fungsional sementara untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini,” kata Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng, Ali Zainal Abidin, di Semarang, Jawa Tengah.
Sekadar informasi, gerbang tol ini dibuka per Minggu 18 Juni 2017 pukul 00.30 WIB. Jalan tol fungsional ini akan membantu pengguna jalan yang akan menuju Salatiga, Solo, maupun Yogyakarta.
Ali mengatakan jalan tol Bawen-Salatiga ini berbeda dengan jalur fungsional. Jalan ini bisa dilalui oleh pengguna tol pada malam hari karena infrastrukturnya siap 100 persen ketika digunakan mudik. Karena bersifat fungsional sementara, pemudik yang masuk dari Bawen dan keluar dari gerbang tol Salatiga, tidak akan dibebankan tarif sampai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mengatur besaran tarif tol, dikeluarkan.
Berbeda dengan pemudik yang masuk dari Semarang dan akan keluar melalui gerbang tol Salatiga yang dikenakan tarif Ungaran-Bawen sebesar Rp7.500.
Jalan tol ini baru bisa dilalui kendaraan golongan 1 non bus dengan mempertimbangkan pintu keluar yang cukup sempit dan berpotensi menimbulkan kemacetan. Untuk mengurangi antrean kendaraan,Trans Marga Jateng memberlakukan sistem buka tutup kalau antrean kendaraan di simpang susun salatiga mencapai lebih dari 1 km.
“ Kalau antrean di simpang susun Salatiga sudah lebih dari 1 k, kendaraan akan kita keluarkan di simpang susun Bawen dan diberlakukan sistem buka tutup bagi kendaran yang hendak memasuki Bawen,” kata dia.
Selain itu, pihak Trans Marga Jateng menyediakan tiga tempat istirahat (Rest Area) yaitu di Km 22 + 200 arah Solo, dan Tempat Istirahat Sementara (TIS) di KM 49 + 300 arah Solo dan TIS di KM 37 + 600 arah Semarang. Adapun fasilitas yang disediakan di TIS yaitu mushola, toilet, SPBU, dan beberapa tenant makanan dan minuman.(Sah)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

