Kenapa Transaksi Haji Belum Juga Non-Tunai?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 5 Maret 2020 07:24
Kenapa Transaksi Haji Belum Juga Non-Tunai?
Kemenag mempertimbangkan latar belakang jemaah dan ketersediaan fasilitas untuk transaksi non-tunai di Saudi.

Dream - Transaksi non-tunai kini tengah digalakkan di Indonesia. Selain praktis, sistem non-tunai dinilai jauh lebih aman.

Tetapi, Kementerian Agama belum memiliki rencana untuk menerapkan transaksi non-tunai untuk haji. Baik untuk pembayaran ongkos haji maupun lainnya.

" Oh itu (transaksi non-tunai) belum. Jadinya begini, setiap kebijakan ada plus minusnya, kalau soal non-tunai harus kita lihat," ujar Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag, Nizar Ali, di Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

Nizar mengatakan ada beberapa pertimbangan sistem non-tunai belum diterapkan untuk transaksi seputar haji. Pertama, mengenai latar belakang jemaah haji yang lebih dari 50 persen adalah masyarakat desa.

" Jemaah haji kita profilnya itu kan dari desa kebanyakan, lalu ketika transaksi jual beli, mereka jarang atau mungkin tidak ada menggunakan kartu," kata Nizar.

 

1 dari 5 halaman

Terbatasnya Fasilitas Non-Tunai

Pertimbangan kedua, ketersediaan fasilitas non-tunai di Arab Saudi. Ini mengingat tempat belanja yang didatangi jemaah selama berada di Saudi bukan pusat perbelanjaan melainkan pasar tradisional

" Tempat belanja yang paling favorit itu bukan di mal, tapi justru di pasar-pasar tradisional," ujar Nizar.

Kemungkinan besar, terang Nizar, pasar tradisional baik di Mekah maupun Madinah tidak menyediakan alat untuk pembayaran non-tunai.

" Apakah kalau full semua (pembayaran non-tunai), kata Pak Menteri tidak mungkin, karena itu tadi ada problem di sana dan kondisi jemaah, karena yang bisa gunakan ini kan orang-orang kota, tapi sementara jamaah haji kan tidak bisa digeneralisasi, karena kompleksitasnya luar biasa," ucap Nizar.

Lebih lanjut, Nizar mengatakan pihaknya mengusulkan kepada DPR agar transaksi seputar haji tidak sepenuhnya menggunakan sistem non-tunai. Jika disetujui, kemungkinan akan menggunakan dua sistem yaitu tunai dan non-tunai.

" Kelebihannya kalau pakai debit, kalau hilang ya uangnya aman, tapi kalau cash hilang, ya sudah, kalau sepanjang belum ketemu akan hilang selama-lamanya," terang dia

(Laporan: Raissa Anjanique Nathania)

2 dari 5 halaman

Tingkatkan Layanan Haji, Kemenag dan BPKH Pertajam Kerjasama

Dream - Kementerian Agama bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersepakat untuk meningkatkan layanan penyelenggaraan ibadah haji.

Kerja sama ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Menag, Fachrul Razi dan Kepala BPKH, Anggito Abimanyu.

" Sebenarnya kerjasama ini sudah berlangsung lama, tapi acap kali tidak terlalu tajam lah, kadang-kadang kalau ketemu kita kelola, apa yang masalah kita pecahkan bersama," ucap Menteri Agama Fachrul Razi di Gedung Kemenag, Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

Lewat kerja sama ini, kedua belah pihak akan membentuk kelompok kerja untuk mempertajam tanggung jawab di masing-masing bidang. Semua demi membuat jemaah haji lebih nyaman.

" Mudah-mudahan ke depannya jadi lebih baik dan kita bagaimana caranya membuat jemaah lebih fokus pada ibadahnya dan bisa mendapatkan pelayanan yang semestinya ia dapatkan," tambah Fachrul. 

Nota kesepahaman tersebut mengatur mengenai hubungan kelembagaan dan prioritas kegiatan kemaslahatan. Kemudian pemberian masukan terkait penyusunan perhitungan pengeluaran penyelenggaraan haji.

Diatur juga mengenai kebijakan akuntansi dan sistem pelaporan untuk pengeluaran penyelenggaraan ibadah haji untuk Kemenag dan BPKH.

Juga mengenai integrasi data serta sistem yang berkaitan dengan jemaah haji, serta pengembalian dana.

Laporan: Raissa Anjanique Nathania

3 dari 5 halaman

Nasib Jemaah Haji Terkait Pelarangan Umroh

Dream - Arab Saudi melarang dan membekukan sementara pengajuan umroh. Kondisi ini dilatarbelakangi wabah virus corona, Covid-19.

Menteri Agama, Fachrul Razi belum mengetahui hingga kapan pelarangan ini berakhir. “ Kalau tanggalnya berapa belum ada kepastian, kita tunggu saja,” ujar Fachrul, di Jakarta, 2 Maret 2020.

Saat ini, kata dia, pemerintah hanya bisa menunggu konfirmasi dari pihak Arab Saudi.

“ Persiapan haji sementara ini jalan terus aja, mudah-mudahan nggak ada perubahan,” kata dia.

Sementara itu, kata Fachrul, persiapan untuk ibadah haji masih terus berjalan meski pelarangan dari Arab Saudi belum diketahui hingga kapan. Pemerintah berharap larangan tersebut tidak mengganggu persiapan ibadah haji.

Laporan: Cindy Azari

4 dari 5 halaman

KJRI: Jemaah Umroh Asal Indonesia di Saudi Bisa Beribadah

Dream - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi mengatakan, jemaah asal Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi tetap bisa menjalankan ibadah umroh sesuai rencana.

“ Sesuai pantauan KJRI Jeddah di wilayah kerja, jemaah umrah WNI yang telah tiba pada 27 Februari 2020 hingga menjelang tengah malam, baik melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, langsung dapat menjalankan ibadah umrah sesuai rencana,” kata Konsul Jenderal, Eko Hartono, Jumat 28 Februari 2020.

Eko mengatakan, tidak terdapat jemaah umroh WNI yang dinyatakan terdampak virus corona, Covid-19, saat kedatangan.

KJRI juga mengimbau kepada seluruh jemaah umrah Indonesia agar tetap tenang menyelesaikan ibadah umroh tanpa terganggu adanya isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Jemaah umroh diminta melakukan pengecekan melalui Perwakilan RI di Arab Saudi.

“ Juga terus menjaga kesehatan fisik selama melaksanakan ibadah umrah,” kata dia.

Eko menuturkan, hingga saat ini belum ada keputusan apapun yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi terkait rencana pencabutan status penangguhan sementara akses masuk WN Asing ke wilayah Arab Saudi.

“ Belum ada keputusan resmi apa pun yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi,” ucap dia.

KJRI Jeddah pun membuka layanan hotline yang dapat diakses pada nomor: +966503609667.

“ KJRI Jeddah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan agar jemaah umrah WNI di Arab Saudi dapat melaksanakan ibadah umrah dengan lancar,” ujar dia.

5 dari 5 halaman

Saudi Setop Visa Umroh Akibat Corona, Kemenag Bakal Sidak Bandara

Dream - Arab Saudi menangguhkan sementara pemberian visa untuk jemaah umroh. Penangguhan ini untuk mengantisipasi sebaran virus corona, Covid-19.

Dalam keterangan tertulisnya, Staf Khusus Menteri Agama, Ubaidillah Amin, mengatakan Kementerian Agama, menghormati keputusan Arab Saudi mengantisipasi Covid-19.

" Meminta semua jemaah umroh Indonesia untuk bersabar sambil menunggu pemerintah Arab Saudi membuka kembali," ucap Ubadillah, Kamis, 27 Februari 2020.

Ubaidillah mengatakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah meminta jajarannya untuk menggelar sidak ke bandara. Upaya ini untuk mengantisipasi banyaknya jemaah yang bisa terkena penangguhan.

Ubaidillah juga meminta para pengelola biro perjalanan umroh untuk pro aktif mengelola informasi kepada para jemaahnya.

" Pengajuan visa umroh dan visa lainnya ke Saudi mulai hari ini dihentikan," ucap dia.

Beri Komentar