Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lembaga Kursus Di Tiongkok Menawarkan Program CEO Untuk Anak Berusia 3 Tahun. (Sumber: Shanghaiist.com)
Dream – Di Tiongkok, keluarga yang berasal dari kelompok kelas menengah menempuh cara yang luar biasa untuk mendorong anaknya ke pintu kesuksesan. Salah satunya adalah menyekolahkan anak-anak pada usia lebih dini di sekolah khusus CEO.
Dilansir dari Shanghaiist, Kamis 25 Agustus 2016, sebuah institusi pelatihan di Guangzhou, Tiongkok, menawarkan program yang bernama “ CEO Program”. Program yang menyasar kepada kelas menengah ke atas ini menawarkan kursus berbiaya US$7,5 ribu atau Rp99,56 juta per tahun.
Seperti apa bentuk pengajaran di kursus berbiaya cukup tinggi itu? Dalam program tersebut, siswa masuk sebanyak dua kali seminggu. Mereka juga dilatih dengan program-program kepemimpinan, seperti mengisi kalimat rumpang dengan kata-kata yang benar dan menyusun mainan bata.
Aktivitas itu dipercaya bisa membuat anak menjadi seorang pemimpin yang berkuasa dan kompetitif.
Tak hanya itu, ada juga sebuah institusi pelatihan yang menawarkan program latihan golf bagi anak. Biayanya mencapai US$3 ribu atau Rp39,28 juta sebulan.
Pakar pendidikan di Tiongkok menilai perilaku ini didorong oleh tekanan grup. Orang tua tak keberatan merogoh kocek dalam-dalam agar anaknya tidak tertinggal jauh dengan teman-temannya.
Pakar juga menilai tindakan ini sebenarnya bukanlah untuk kepentingan anak, melainkan untuk kepentingan orang tua yang ingin “ naik kelas”. Untuk itu, mereka mendesak orang tua agar meluangkan waktu bagi anak untuk bersantai dan makan malam bersama keluarga.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya