Pahami 5 Hal Ini Agar Wirausahawan Sosial Menuai Sukses

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 27 Oktober 2020 08:12
Pahami 5 Hal Ini Agar Wirausahawan Sosial Menuai Sukses
Ingat, jangan asal nyemplung.

Dream – Perkembangan wirausaha sosial menjadi sebuah peluang baru yang mulai disadari oleh berbagai kalangan. Meskipun belum ada data pasti tentang total jumlah wirausaha sosial di seluruh dunia, beberapa negara merilis jumlah wirusaha sosial di negaranya.

Dikutip dari keterangan tertulis DBS, data terakhir dari hasil estimasi studi British Council (2018), Indonesia memiliki sekitar 342 ribu wirausaha sosial yang terdaftar.

Menyadari perkembangan wirausaha sosial yang dapat membantu menjawab permasalahan sosial, Bank DBS Indonesia sebagai perusahaan yang mengedepankan bisnis berkelanjutan percaya wirausaha sosial merupakan masa depan bisnis dan untuk itu secara konsisten memberikan dukungannya untuk bergerak bersama.

“ Kami menyadari bahwa memastikan keberlangsungan dan tumbuh kembang wirausaha sosial merupakan bagian dari tanggung jawab Bank DBS Indonesia, mengingat wirausaha sosial merupakan tipe usaha masa depan; menganut konsep dual bottom line – profit dan dampak sosial,” kata Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 26 Oktober 2020.

DBS Indonesia melalui DBS Foundation, menggandeng UKM Center FEB UI untuk menyusun seri buku kedua “ Profit untuk Misi Sosial”. Dari buku ini, kata Mona, pembaca bisa memahami lebih jauh tentang perkembangan informasi, tren, dan jenis kewirausahaan sosial yang mampu menghasilkan profit sambil mengusung misi sosial mereka.

Kendati masih seumur jagung dibanding negara-negara lain yang telah melakukan pencatatan dan pembuatan aturan klasifikasi wirausaha sosial secara mumpuni, jumlah wirausaha sosial di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan dan digali lebih lanjut.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dipahami jika ingin menjadi wirausahawan sosial.

1 dari 4 halaman

1. Kenali Bisnis yang Ingin Dijalani

Untuk memberikan dampak sosial, terdapat beragam praktik bisnis yang perlu diketahui, terutama bagi para calon wirausaha sosial sebagai bekal untuk memulai bisnis. Saat ini, terdapat berbagai pilihan bentuk praktik bisnis yang bisa dipilih dan dijalankan di Indonesia.

Di antaranya adalah koperasi, SE (Social Enterprise), CSR (corporate social responsibility), program kepedulian sosial untuk mendukung kegiatan sosial tertentu yang berlangsung secara berkelanjutan, serta CSV (Corporate Shared Value), yaitu perusahaan yang mengedukasi segmen masyarakat tertentu untuk bisa mengerjakan suatu aktivitas sesuai standar perusahaan agar dapat memperkuat rantai nilai perusahaan dan akhirnya memberikan hasil positif bagi profitabilitas perusahaan.

Selain itu, ada Social Business yaitu perusahaan zero-deviden yang memberikan pelayanan atau menjual produk untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kalangan Bottom of Pyramid atau segmen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan 40 perse terbawah di suatu wilayah perekonomian tertentu, dan Inclusive Business atau jenis perusahaan yang aktivitas bisnisnya membuka kesempatan partisipasi bagi masyarakat dari kalangan Bottom of Pyramid dalam rantai nilainya, baik sebagai pemasok maupun konsumen.

2 dari 4 halaman

2. Pilih model wirausaha sosial yang tepat

Setelah mengetahui bentuk bisnis apa yang bisa dijalankan, selanjutnya wirausaha sosial perlu memahami dan memilih jenis, kriteria dasar, tipe, dan model bisnis yang dipilih, agar dapat lebih tepat sasaran.

Misalnya, jenis Social Enterprise berdasarkan struktur kepemilikannya adalah SE-nirlaba yang dimiliki oleh masyarakat, bukan individu atau investor, atau Community Based SE yang struktur kepemilikannya kolektif atau Usaha Bersama seperti Koperasi.

Ada juga Profit for Benefit Social Enterprise yang struktur kepemilikannya bersifat privat, tetapi memiliki komitmen untuk menginvestasikan kembali laba. Tujuannya untuk mendukung misi sosial dengan proporsi yang lebih besar daripada dividen yang akan diambil untuk para pemiliknya. Hal yang perlu diingat adalah menentukan pilihan yang sesuai dengan perencanaan matang.

3 dari 4 halaman

Temukan Sumber Daya yang Tepat

3. Pahami ekosistem wirausaha sosial

Tidak ada salahnya memiliki impian yang tinggi, namun untuk mencapainya, konsistensi baik internal maupun eksternal amat diperlukan. Misalnya, dengan memperhatikan berbagai aspek seperti finansial, dukungan pemerintah, ketersediaan tenaga kerja, hingga penerimaan dari masyarakat perlu diperhatikan.

Oleh karena itu, diperlukan pemahaman atas ekosistem pendukung kewirausahaan sosial, termasuk pola tantangan yang umumnya dihadapi social enterprise, strategi cerdik untuk scaling-up, serta strategi bijak untuk transformasi menjadi social enterprise.

4. Temukan sumber daya yang tepat

Dalam memulai sebuah bisnis, sumber daya yang diperlukan bukan hanya manusia sebagai tenaga kerja, tetapi juga ada sumber daya lain seperti keuangan, bahan, keahlian, dan lainnya. Sumber daya menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena hal tersebut yang akan menentukan kelangsungan suatu bisnis.

4 dari 4 halaman

5. Sebesar apa dampak yang ingin diciptakan

Tatkala memulai usaha sosial, tentu selain profit, wirausaha sosial juga memikirkan dampak yang berhasil diciptakan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, wirausaha sosial dapat mengukur dampak sosial menggunakan indikator dampak yang dimonitor secara berkelanjutan.

Hal ini bertujuan untuk melihat tingkat keselarasan dengan premise of change. Itu membantu wirausaha sosial dalam mengukur besar usaha dan jangkauan bahkan jumlah sumber daya yang dibutuhkan dengan analisis yang jelas.

Beri Komentar