Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pertamina Turut Lestarikan Keanekaragaman Hayati DKI Jakarta (Istimewa)
Dream - Pesona Pulau Tidung sudah tidak diragukan lagi. Panduan hamparan laut nan biru dengan rimbunnya pepohonan menjadikan pulau ini menjadi magnet bagi pariwisata DKI Jakarta.
Keanekaragaman hayati di pulau ini pun begitu lengkap. Hingga Pulau Tidung menjadi tempat konservasi hewan langka sekaligus maskot DKI Jakarta, Elang Bondol.
Pentingnya keberadaan ekosistem di Pulau Tidung membuat PT Pertamina (Persero) melalui Manager Operation Region (MOR) III tergerak untuk terlibat dalam pelestariannya. Pertamina melakukan perawatan mangrove dan terumbu karang agar ekosistem Pulau Tidung tetap lestari.

Elang Bondol (Istimewa)
Dalam kegiatan pelestarian tersebut, Pertamina menggandeng Duta Sahabat Save Maskot Jakarta (SEMATA). Tidak ketinggalan pegiat Karang Taruna serta masyarakat Kelurahan Pulau Tidung.
" Keberadaan mangrove dan terumbu karang sangat penting dalam rangka menjaga ekosistem rantai makanan Elang Bondol. Karena itu, kami bersama Sahabat SEMATA, serta masyarakat Pulau Tidung melakukan kampanye ini untuk meningkatkan kepedulian pada ekosistem," ujar Unit Manager Communication Relations Pertamina MOR III, Eko Kristiawan, melalui keterangan tertulis.
Pertamina juga menjadikan Elang Bondol sebagai salah satu objek pengembangan hayati. Hewan ini sudah masuk kategori satwa dilindungi sehingga harus dijaga keberlangsungannya.
Elang Bondol ditetapkan sebagai satwa endemik yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 dan diatur dalam PP No.106 Tahun 2018. Selain itu, International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan statusnya sebagai Least Concern (rentan kepunahan).
" Sejak tahun 2016, Pertamina bekerjasama dengan Jakarta Animal Aids Network (JAAN) untuk melestarikan Elang Bondol. Selain karena sebagai simbol DKI Jakarta, kami meyakini elang ini memiliki posisi yang penting pada rantai makanan," kata Eko.

Pelestarian terumbu karang (Istimewa)
Ketua Karang Taruna Pulau Tidung, Ana Askuri, mengapresiasi upaya Pertamina. Terlebih dengan menggandeng generasi muda yang berasal dari wilayah Pulau Tidung sendiri.
" Banyak anak muda potensial yang mau bergerak dan peduli pada kelangsungan ekosistem, terutama habitat Elang Bondol sebagai maskot Jakarta. Sebagai generasi penerus, kami berkomitmen untuk menjaga keragaman hayati ini sebaik-baiknya," kata Ana.
Selain penanaman mangrove dan terumbu karang, Pertamina akan mengembangkan potensi wisata Pulau Tidung dengan membuat media edukasi mengenai Elang Bondol. Media edukasi ini akan meningkatkan pemahaman masyarakat terutama wisatawan mengenai keberadaan Elang Bondol serta keunikannya sebagai hewan yang perlu dilestarikan.
" Dengan menjaga habitat Elang Bondol ini, kami berharap masyarakat bisa melihat secara langsung keberadaan Elang Bondol. Terutama bagi masyarakat Jakarta, sehingga akan menimbulkan kebanggaan pada maskot ibukota ini," kata Eko.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya