Makna Logo Bintang dan Cerita di Balik Nama Bank Syariah Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 1 Februari 2021 16:33
Makna Logo Bintang dan Cerita di Balik Nama Bank Syariah Indonesia
Di atas huruf I terdapat sebuah bintang yang memiliki lima sudut.

Dream – PT Bank Syariah Indonesia Tbk resmi beroperasi pada hari ini, Senin, 1 Februari 2021. Bank tersebut merupakan hasil merger dari tiga bank milik Himpunan Bank Negara yaitu PT BRISyariah Tbk, PT Bank Mandiri Syariah, dan PT Bank BNI Syariah.

Sebelum resmi menggunakan brand Bank Syariah Indonesia, santer beredar nama bank yang masuk 10 pemilik aset terbesar di Indonesia akan menggunakan nama Bank Amanah.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardy, menceritakan tim merger akhirnya memutuskan menggunakan nama “ Bank Syariah Indonesia” karena dinilai representatif dengan misi besar yang diembannya.

“ Nama BSI dipilih karena ingin menjadi representasi Indonesia, baik tingkat internasional maupun global,” kata Hery dalam peluncuran PT Bank Syariah Indonesia Tbk secara virtual.

Hery menjelaskan logo Bank Syariah Indonesia juga mencantumkan gambar bintang di atas hurf I dengan warna terang. Bintang itu didesain memiliki lima sudut yang memiliki arti khusus.

“ Bintang sudut lima ini melambangkan Pancasila dan rukun Islam,” kata dia.

Sekadar informasi, Bank Syariah Indonesia diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo. Menurut catatan Hery, total aset Bank Syariah Indonesia sebesar Rp240 triliun, pembiayaan Rp157 triliun, dan modal inti Rp22,6 triliun. Bank ini juga memiliki total kantor 1.200 unit dan 20 ribuan lebih karyawan seluruh Indonesia.

1 dari 4 halaman

Diresmikan Presiden Jokowi, Bank Syariah Indonesia Resmi Beroperasi

Dream – PT Bank Syariah Indonesia Tbk resmi beroperasi hari ini, Senin 1 Februari 2021. Peluncurannya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“ Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahiim, PT Bank Syariah Indonesia Tbk saya nyatakan diluncurkan,” kata Jokowi dalam peluncuran Bank Syariah Indonesia melalui virtual.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardy, mengatakan peresmian bank syariah hasil merger yang dilakukan di Istana Negara, merupakan sebuah kehormatan.

“ Ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggan bagi kami untuk menyaksikan Bank Syariah Indonesia memulai perjalanan resmi dari Istana Negara,” kata Hery,

 

© Dream

Hery mengatakan proses merger tiga bank syariah milik BUMN—PT Bank Syariah Mandiri, PT BNI Syariah, dan PT BRIsyariah Tbk—telah dimulai sejak Maret 2020. Prosesnya pun memakan waktu 11 bulan, mulai dari due diligence hingga izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“ Alhamdulillah, tanggal 1 Feburari 2021, bank hasil penggabungan resmi dengan nama bank dan identitas baru PT Bank Syariah Indnesia Tbk,” kata Hery.

Dia mengatakan total aset Bank Syariah Indonesia sebesar Rp240 triliun, pembiayaan Rp157 triliun, dan modal inti Rp22,6 triliun. Bank ini juga memiliki total kantor 1.200 unit dan 20 ribuan lebih karyawan seluruh Indonesia.

Hery mengatakan pihaknya siap memenuhi kebutuhan masyarakat di segala segmen, mulai dari ritel hingga konsumen. Serta, siap melahirkan produk-produk inovatif, menjalankan bisnis global, hingga mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah.

“ Kami siap membawa Bank Syariah Indonesia ke-10 besar dunia berdasarkan kapitalisasi lima tahun ke depan,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Bank Syariah Indonesia Beri Multiplier Effect yang Signifikan untuk Ekonomi

Dream – Hari ini, Senin 1 Februari 2021, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi hadir. Bank syariah ini dipercaya akan memberikan multiplier effect yang signifikan pada upaya pemerintah memulihkan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, mengatakan, proses merger bank syariah yang hampir selesai, membawa sentimen positif untuk pelaku usaha maupun investor di pasar saham. Menurutnya, kapasitas bank anggota merger yang sudah kuat akan melahirkan entitas baru yang lebih tangguh dan berpotensi membawa dampak positif signifikan terhadap pemulihan ekonomi tahun ini.

“ Ini sudah sangat bagus merger syariah. Entitas baru ini akan mendapat size yang sangat besar, baik aset maupun cabang plus sumber daya manusia yang sangat berkualitas. Banyak hal yang mereka bisa lakukan untuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Hans Kweedalam keterangan tertulis yang diterima Dream.

Dia menjelaskan, entitas hasil merger yang bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk., dapat secara kuat berkontribusi pada pembiayaan infrastruktur. Peran bank syariah ini juga akan besar dalam menambah dan memperluas pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

3 dari 4 halaman

Penggalangan Dana Murah Bisa Lebih Baik

Potensi penggalangan dana murah dari Bank Syariah Indonesia akan lebih baik. BSI akan mempunyai saluran global yang mumpuni untuk menggalang dana murah nonkonvensional, yang dapat digunakan dalam membiayai berbagai proyek strategis.

Pengamat perbankan dari Universitas Bina Nusantara, Doddy Ariefianto, mengatakan merger bank syariah akan membuat aset perbankan syariah menjadi semakin lancar.

“ Bank apa pun itu, dia memang harus besar. Ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus menciptakan pembiayaan berbiaya lebih terjangkau,” kata Doddy.

Entitas baru ini akan memiliki banyak pilihan untuk mengembangkan bisnis ke depan. Hal ini disebabkan oleh faktor luasnya jaringan eksisting usaha bank yang terlibat merger yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Proses merger bank syariah milik Himbara telah mencapai tahap akhir, pasca Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan Izin Penggabungan PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah ke dalam PT Bank BRIsyariah Tbk., serta Izin Perubahan Nama dengan Menggunakan Izin Usaha PT Bank BRIsyariah Tbk., menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk., sebagai Bank Hasil Penggabungan pada 27 Januari 2021. Sesuai rencana, PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai entitas baru hasil merger tiga bank syariah milik Himbara, akan efektif beroperasi pada Senin, 1 Februari 2021.

4 dari 4 halaman

Bidik Pertumbuhan di Atas 70 Persen

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, sekaligus Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Hery Gunardi mengatakan, BSI menargetkan pembiayaan yang disalurkan dapat tumbuh di atas 70 persen hingga lima tahun mendatang.

Penggabungan tersebut akan menciptakan bank syariah terbesar di Indonesia yang berdaya saing global dan memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar.

Hery menjelaskan aksi korporasi ini telah menghasilkan bank syariah dengan produk konsumer yang beragam didukung oleh kemampuan teknologi yang terbaik untuk menyediakan pelanggan dengan pengalaman perbankan digital yang lebih baik. Per Desember 2020, tiga bank syariah BUMN peserta merger tersebut mencatat total pembiayaan mencapai Rp156,51 triliun. Dengan demikian, pembiayaan ditargetkan mampu tumbuh 73,80 persen dalam lima tahun mendatang.

“ Total aset hingga akhir tahun lalu sebesar Rp239,56 triliun. Dana pihak ketiga mencapai sebesar Rp209,98 triliun,” ujar Hery dalam diskusi daring Syariah Economic Outlook: Ekonomi Syariah Indonesia 2021, belum lama ini.

Beri Komentar