Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Jelang berakhirnya masa penyerahan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, Presiden Joko Widodo mendatangi Kantor Pajak Pusat siang ini. Kehadiran Jokowi ini sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban sebagai warna negara.
Jokowi datang sekitar pukul 13.00 menuju Auditorium Chakti Buddi Bhakti, Gedung Utama Kantor Pusat Ditjen Pajak di bilangan Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Berdasarkan undangan dari Direktorat Jenderal Pajak, Jokowi dijadwalkan hadir pukul 11.30 WIB.
Seperti dikutip dari laman pajak.go.id, tampak turut mendampingi Presiden Joko Widodo Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Presiden sempat mengatakan, "Setelah tahun lalu menyampaikan SPT Tahunan dengan dropbox, tahun ini saya menyampaikan melalui e-Filing."
Kedatangan Presiden ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak kembali menegaskan dukungan Presiden terhadap penguatan institusi Direktorat Jenderal Pajak. Sebelumnya diberitakan bahwa Presiden Jokowi siap menjadi "beking" untuk semua pegawai Direktorat Jenderal Pajak dalam upaya untuk mengumpulkan pundi-pundi penerimaan negara.
Langkah Presiden Jokowi memberikan tauladan bagi wajib pajak dengan datang sendiri ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak patut diapresiasi, karena menunjukkan bahwa sebagai Wajib Pajak, Joko Widodo pun mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat dengan Wajib Pajak yang lainnya.
Dalam kesempatan tersebut Presiden menyempatkan diri untuk menyampaikan pengarahan kepada para pegawai Direktorat Jenderal Pajak. Dalam pengarahannya Presiden mengatakan bahwa melalui kerja keras dan membangun sistemnya, target penerimaan akan tercapai.
Pada bulan lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah melaporkan SPT Tahunan PPh Badan di kampung halamannya, Makassar. Sementara, kemarin, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Harry Azhar Azis telah memenuhi kewajibannya meyerahkan laporan pajak tersebut.
Sesuai Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), SPT Tahunan harus disampaikan paling lambat tanggal 31 Maret bagi Wajib Pajak Orang Pribadi melalui beberapa alternatif, yaitu Aplikasi e-Filing, Drop Box atau datang ke kantor pajak terdekat.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen