Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 1,02 miliar pada bulan September ini. Dengan demikian, total surplus neraca perdagangan RI dalam 9 bulan tahun 2015 ini menjadi US$ 7,16 miliar.
Pada bulan September, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 12,5 miliar. Nilai ini mengalami penurunan 1,55 persen dibandingkan ekspor Agustus 2015, atau turun 17,98 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.
Dari data yang dilansir melalui laman BPS pada Kamis, 15 Oktober 2015, ekspor nonmigas Bulan September 2015 mencapai US$ 11,1 miliar atau turun 1,06 persen dibandingkan Agustus 2015.
Penurunan ekspor nonmigas September 2015 terhadap Agustus 2015 terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 98,0 juta (18,18 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$ 127,4 juta (29,49 persen).
Ekspor migas juga turun 5,20 persen menjadi US$ 1,45 miliar, yang disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak mentah 5,24 persen menjadi US$ 588 juta dan ekspor hasil minyak menjadi USD107,7 juta, dan juga gas turun 1,69 persen menjadi USD755,6 juta.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia bulan Januari – September 2015 mencapai US$ 115,1 miliar atau menurun 13,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Hal ini juga terjadi pada ekspor nonmigas mencapai US$ 100,7 miliar atau menurun 7,87 persen.
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada September 2015 sebesar US$ 11,51 miliar atau turun 7,16 persen apabila dibandingkan Agustus 2015. Demikian pula jika dibandingkan September 2014 turun 25,95 persen.
Impor nonmigas September 2015 sebesar US$ 9,60 miliar atau turun 6,72 persen jika dibandingkan Agustus 2015 dan turun 19,29 persen jika dibandingkan September 2014.
Impor migas September 2015 mencapai US$ 1,91 miliar atau turun 9,29 persen jika dibandingkan Agustus 2015. Demikian pula apabila dibandingkan September 2014 turun 47,63 persen.
Secara kumulatif nilai impor Januari–September 2015 mencapai US$ 107,94 miliar atau turun 19,67 persen dibanding periode yang sama tahun 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$ 19,41 miliar (turun 41,21 persen) dan nonmigas US$ 88,53 miliar (turun 12,65 persen).
Peningkatan impor nonmigas terbesar September 2015 adalah kapal terbang dan bagiannya US$ 87,1 juta (230,42 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan barang dari besi dan baja US$ 130,6 miliar (30,55 persen). (Ism)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes