Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seorang Wanita Memotret Dengan Smartphone.
Dream – Pasar smartphone di Indonesia masih menjadi daya tarik bagi produsen ponsel dunia. Hingga kuartal III 2017, distribusi pengiriman gawai di Indonesia selalu mencapai angka lebih dari 7 juta unit.
Tak hanya itu, ada perubahan tren yang berkembang di pasar smartphone Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Apa saja?
Dikutip dari keterangan tertulis Priceza yang diterima Dream, Rabu 14 Februari 2018, dalam waktu tiga tahun terakhir, ada tiga smartphone yang populer pada tahun 2015-2017.
Pada 2015, gawai paling populer adalah iPhone 5S, Asus ZenFone 2, dan Oppo F1. Pada tahun ini, Apple pertama kalinya masuk ke dalam daftar sebelum tergeser oleh gawai lain yang berbasis Android.
Tahun 2016, Samsung Galaxy J1 Mini mulai menduduki peringkat pertama di seri gadget yang paling banyak dicari, disusul oleh Samsung Galaxy J2 dan Oppo F1.
Tahun 2017, ponsel Tiongkok mulai populer di Indonesia. Ada Xiaomi yang menjadi smartphone yang paling populer di Indonesia. Merek asal Tiongkok ini berhasil mendominasi tiga posisi teratas dengan model yang dimilikinya, yaitu Redmi Note 4, Redmi 4X, dan Redmi Note 4X.
Setelah dikaji lebih lanjut, ternyata ada empat spesifikasi smartphone yang disukai oleh konsumen Indonesi, yaitu resolusi kamera besar, ukuran layar lebar di atas 5 inci, sistem operasi Android terbaru, dan kapasitas baterai yang besar --3.000 mAh hingga 4.000 mAh.
Lalu, bagaimana tren smartphone tahun ini?
© Trennya begini, nih.
Jika disimpulkan, pasar di Indonesia memiliki ketertarikan fitur yang terkait dengan kenyamanan visual. Hal ini tercermin dari preferensi terhadap resolusi kamera, ukuran layar, dan didukung oleh kapasitas baterai.
Obsesi pasar Indonesia terhadap hal visual ini cukup selaras dengan perkembangan fitur smartphone secara global, yang menekankan pada fitur kamera, seperti fitur kamera ganda (dual-camera).
Tren implisit lainnya adalah preferensi terhadap harga yang terjangkau. Hal ini tercermin dari kecondongan terhadap sistem operasi Android yang relatif memiliki pilihan harga yang luas.
Hipotesis tentang ‘harga terjangkau’ ini juga didukung oleh data IDC per kuartal dua tahun 2017, yang memperlihatkan bahwa sekitar 96 persen smartphone yang didistribusikan di Indonesia merupakan kombinasi dari kategori menengah (mid-range), menengah-ke-bawah (low-end), dan bawah (ultra-low-end).
Berdasarkan data dan tren tersebut, dapat diprediksi bahwa tidak akan ada perubahan preferensi yang mencolok untuk beberapa waktu ke depan. Belum ada gejala pergeseran fitur yang diprioritaskan ataupun terjadinya peningkatan daya beli yang signifikan.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari