Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Sst, Ini Cara Mempetahankan Bisnis Selama Ramadhan. (foto: Shutterstock)
Dream – Sebentar lagi umat Muslim akan berjumpa dengan bulan suci Ramadan. Semua kegiatan yang dilakukan orang Muslim kebanyakan akan berubah karena menjalankan ibadah puasa.
Puasa yang dijalankan akan sangat berpengaruh dalam berbagai bisnis. Salah satu yang sudah pasti adalah jam kerja di kantor biasanya akan dipersingkat.
Meski tak bisa dibenarkan, puasa Ramadan sering kali membuat masyarakat memilih bersantai sehingga produktivitas di tempat kerja menurun Ada pula orang yang memilih berhenti menjalankan roda bisnis karena ingin fokus beribadah sepanjang bulan tersebut.
Perubahan yang cukup banyak tentu membuat aktivitas bisnis berjalan tidak efisien. Imbasnya pendapatan beberapa sektor bisnis ikut terpengaruh. Di sisi lain ada juga pelaku usaha yang justru meraih untung besar selama bulan Ramadan
Jika kamu termasuk kelompok pertama, bagaimana caranya mempertahankan bisnis selama Ramadan?
Dikutip dari Enterpreneur, Minggu 4 April 2021, hal pertama yang harus dijalankan adalah menghormati aturannya. Selama Ramadan, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalnya, jangan menampilkan iklan dengan pakaian yang terbuka selama Ramadan.
Kedua, memperhatikan “ batas toleransi”. Pertimbangkan faktor ini karena terjadi peningkatan tekanan terhadap karyawan selama bulan Puasa. Cobalah memahami ini dan sesuaikan jam kerja karyawan.
Berilah tugas dan waktu yang jelas agar karyawan dapat melakukan ibadah selama bulan Ramadan, misalnya berbuka puasa dan sholat tarawih.

Ketiga, memanfaatkan momen. Sebenarnya Ramadan dapat menjadi pembawa keberuntungan, seperti halnya musim-musim lain seperti momen tahun baru atau libur sekolah. Ada berbagai cara perusahaan dapat bekerja dengan simbol agama untuk memposisikan diri dengan lebih baik dan menarik banyak pelanggan. Masukkan unsur Muslim dalam setiap aktivitas pemasaran misalnya bulan sabit atau tulisan arab.
Keempat, menonjolkan unsur keluarga. Nilai ini sangat kuat bisa dijadikan pegangan saat memasarkan produk atau jasa selama Ramadhan.
Kelima, membangun ulang image bisnis. Manfaatkan hari-hari kosong yang ada selama bulan Ramadhan untuk membangun ulang komunitas dan budaya dalam perusahaan, merefleksikan proses untuk mengidentifikasi peluang perbaikan, dan membangun aset digital.
Misalnya, citra perusahaan, konten video atau desain web. Ini patut dicoba meskipun bisa menguras lebih banyak pengeluaran.
(Laporan: Josephine Widya)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
