Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Dream – Pemerintah mengajukan permohonan persetujuan kepada DPR tentang persetujuan penggunaan barang milik negara (BMN), sebagai underlying asset penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pemerintah menganggap persetujuan DPR penting sebagai dasar penerbitan SBSN.
“ Kami memohon persetujuan DPR untuk menggunakan BMN sebagai underlying asset dalam pertemuan kali ini,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani di Jakarta, dilansir dari kemenkeu.go.id, Rabu 31 Mei 2017.
Saat ini, BMN yang akan diajukan sebagai underlying asset sebesar Rp43,69 triliun yang berasal dari 41 kementerian/lembaga dengan jumlah BMN sebanyak 9.998 BMN. Sri Mulyani mengatakan pemerintah memerlukan tambahan aset untuk penjaminan jika ingin mengeluarkan lebih banyak sukuk negara.
“ Kalau ingin menerbitkan lagi lebih banyak instrumen syariah, kami perlu menambahkan aset sebagai basis untuk penerbitan,” kata dia.
Underlying asset ini merupakan objek yang menjadi dasar transaksi penerbitan sukuk. Prinsip keuangan syariah mewajibkan ada aset ini untuk menghindari transaksi money for money yang dikategorikan sebagai riba.
Sri Mulyani melanjutkan, saat ini, SBSN yang diterbitkan sejak tahun 2008 hingga kini mencapai Rp680,21 triliun. Jumlah outstanding SBSN per 19 Mei 2017 sebanyak Rp490,9 triliun.
Dia mengatakan penawaran yang terus meningkat menggambarkan minat investor, baik investor dalam negeri maupun luar negeri, semakin luas. Hal ini juga menggambarkan pasar keuangan Indonesia semakin dalam. (Ism)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?