Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
Tiantian Kullander (Foto: Amber Group)
Dream - Salah satu bos kripto, Tiantian Kullander, meninggal dunia di usia 30 tahun pada 23 November 2022. Dia mengembuskan napas terakhir saat sedang tidur.
Tiantian Kullander merupakan seorang juragan cryptocurrency yang pernah masuk sebagai jajaran Forbes 30 Under 30. Dia merupakan salah satu pendiri aset digital Amber Group yang berbasis di Hong Kong.
Tiantian mendirikan Amber Group pada 2017 bersama teman-temannya dari Goldman Sachs dan Morgan Stanley.
Setelah meninggal, Tiantian meninggalkan kekayaan triliunan. Menurut metro.co.uk, Lee Daily memperkirakan, kekayaan bersih pria Hong Kong itu sebesar US$3 miliar atau sekitar Rp47,1 triliun.
Amber Group adalah perusahaan pembiayaan crypto yang menyediakan layanan kelembagaan, produk konsumen, dan infrastruktur yang didukung oleh industri terkemuka, investor ventura, dan investor berdaulat.
Awalnya Amber Group menerapkan pembelajaran mesin ke perdagangan kuantitatif, tetapi beralih ke crypto pada 2019 ketika volume perdagangan untuk mata uang virtual meningkat.
Perusahaan Amber Group saat ini bernilai US$3 miliar setelah mencetak putaran pendanaan hingga US$200 juta. Amber Group dikabarkan sedang berupaya untuk mengumpulkan pendanaan lebih lanjut hingga US$ 100 juta pada awal bulan ini.
Saat ini Amber Group memiliki lebih dari 300 karyawan di Hong Kong, Taipei, Seoul, dan Vancouver.
Pada tahun 2020, Tiantian juga mendirikan Rook Labs, dia pun mendaftarkan dirinya duduk di dewan perusahaan esports Fnatic dan sebagai anggota pendiri Rook Labs.
" Warisan TT akan terus hidup dan kami akan bekerja lebih keras untuk menjadikan Amber sebagai pemimpin industri kami yang menentukan kategori, karena ini adalah ambisi dan impian TT," kata pernyataan di situs web perusahaan.
Tiantian, dikenal sebagai sebagai sosok yang merahasiakan kehidupan pribadinya dan jarang berbagi berita tentang dirinya di forum publik. Pernyataan dari perusahaan mengisyaratkan bahwa pria ini sudah menikah dan menjadi seorang ayah.
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series