Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Dias Kinanthi (Foto: Elvira/ Dream)
Dream - Cantik dan cerdas, itu yang menonjol dari sosok Dias Kinanthi. Sudah jadi Diplomat muda yang sukes, hijaber yang akrab disapa Dias ini ternyata pernah mengalami momen penuh perjuangan di masa perkuliahan.
Adik kandung Andien ini merasa tidak cocok dengan fakultas kedokteran yang sudah ia jalani selama 4 semester. Dengan modal nekat, ia banting setir jadi mahasiswi Sastra Jerman.
Dias sebetulnya lebih menyukai pelajaran yang berbau filsafat, sejarah, dan sosial. Sempat ada pergolakan batin di diri Dias, apalagi dengan stigma masyarakat tentang pendidikan yang sedang ia jalani dan jumlah uang yang tidak sedikit pula untuk sampai di posisi tersebut.
Namun akhirnya, Dias menemukan momentum dan berani mengungkapkan keinginannya kepada orangtuanya. " Boleh nggak aku yang bayar sekolah, tapi aku nggak mau di kedokteran lagi," kata Dias di Vooya Inspiration Session, Sabtu 31 September 2019 kemarin.

Dias memang akhirnya berhasil 'menyelamatkan diri' dari fakultas kedokteran. Saat itu ia harus mencari jalan untuk membiayai kuliahnya. Dias sebenarnya berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan.
Namun ia memilih untuk berkerja di dua tempat sekaligus saat menjadi mahasiswi sastra jerman. Dias bahkan harus bolak-balik Tanjung priok, Ciracas, dan Depok setiap hari saat jadi mahasiswa baru demi bisa membiayai kuliahnya sendiri.
Saat itu, ia bekerja menjadi guru bahasa jerman untuk ABK di Tanjung Priuk, dan menjadi editor di Ciracas.
Pindah jurusan, membuatnya jadi lebih aktif di luar perkuliahan. Ia bahkan pernah dikirim ke Rusia untuk misi kemanusiaan.

Dias menganggap ada dua hal yang menjadi kunci ia bisa berada di posisi ini sekarang, yaitu rasa tanggung jawab dan perseverance atau sikap gigih untuk mencapai tujuan, apapun kendalanya.
" Saat ini aku harus take lead atas pilihan aku. Dengan komitmen, saya harus bertanggung jawab dengan cara sambil bekerja untuk bisa biayai kuliah sendiri," ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun