Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ruang Tengah Giving With Impact (Foto: Dream/Okti Nur Alifia)
Dream - Indonesia masih dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia menurut World Giving Index 2022 (WGI 2022) yang diluncurkan oleh Charities Aid Foundation (CAF) pada Oktober lalu.
Indonesia menempati peringkat tertinggi dengan total skor 68 persen. Dengan demikian, Indonesia tercatat telah menjadi negara dengan predikat paling dermawan selama lima tahun berturut-turut.
Menurut Direktur Eksekutif Forum Zakat (FOZ), Agus Budiyanto, pencapaian tersebut tentunya tak luput dari peran serta kontribusi organisasi pengelola zakat yang bersumber dari dana zakat, infak dan wakaf.
Lembaga zakat yang tergabung dalam FOZ saat ini jumlahnya mencapi 204 lembaga zakat di seluruh Indonesia, dari skala nasional, provinsi, hingga kabupaten atau kota.
" Kalau kita ngomongin itu, salah satu yang dominan tentunya kekuatan yang dikelola teman-teman organisasi pengelola zakat di Indonesia. Bersumber dari dana zakat infak dan wakaf," kata Budi dalam acara Ruang Tengah Giving With Impact, Rabu, 7 Desember 2022.
Forum Zakat pun turut menjadi garda terdepan dalam membantu penanganan Covid-19. Hal ini menjadi tugas dari Forum Zakat untuk mendorong kolaborasi.
Pada tahun 2020, Budi mencatat kontribusi dana bantuan dari organisasi pengelola zakat untuk pandemi Covid-19 mencapai angka yang disebutnya fantastis.
" Forum Zakat mencatat kolaborasi atau kontribusi organisasi pengelola zakat terhadap pandemi di Indonesia itu angkanya sangat fantastis, angka ada di sekitar Rp357 miliar di tahun pertama Pandemi terjadi 2020 di Indonesia," ungkapnya.
Laporan tersebut lalu disampaikan kepada Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Kontribusi dari lembaga zakat di masa Pandemi Covid-19, lanjut Budi, dicatat oleh negara sebagai salah satu entitas yang membantu pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 di Indonesia yang menjangkau 34 provinsi (saat tahun 2020) di Indonesia.
" Waktu itu bantuannya berkaitan dengan APB, pengulasan akhir jenazah, bantuan sembako juga pada masyarakat yang tedampak. Termasuk juga cash for work," kata Budi.
Dream - Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai potensi yang besar dalam pengelolaan zakat. Potensi zakat di Indonesia pada 2021 bahkan mencapai Rp327,6 triliun.
" Namun yang berhasil dikumpulkan baru mencapai Rp14 triliun atau sekitar 4,28 persen," kata Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ade Rustama, dalam acara CEO OPZ Forum 2022 di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu 2 November 2022.
Meskipun begitu, Ade mengatakan zakat dapat menjadi solusi yang ideal dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia. Dia mengungkap, kemiskinan saat ini juga menjadi perhatian bagi Kemenko PMK untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
Percepatan penghapusan kemiskinan ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
" Potensi zakat ini menjadi salah satu solusi yang ideal di dalam mengatasi kemiskinan," kata Ade.
Ade melaporkan jumlah penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem adalah sekitar 5 juta jiwa atau sekitar empat persen dari populasi masyarakat miskin.
" Jumlahnya sebenarnya tidak besar dilihat dari jumlahnya. Saat ini masih ada kurang lebih empat persen dari total populasi masyarakat miskin atau sekitar 5 juta," papar Ade.
" Ini menjadi salah satu concern, harapannya di tahun 2024 ini yang miskin ekstrem ini bisa ditangani," imbuhnya.
Untuk diketahui kemiskinan ekstrem adalah kondisi di mana pendapatan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan ekstrem yang setara dengan US$1,9 pada Purchasing Power Parity (PPP) 2011.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya