Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kendaraan Bermotor.
Dream – Kebijakan uang muka (down payment) untuk kendaraan bermotor sebesar 0 persen masih dikaji regulator. Jika terealisasi, kebijakan ini akan menjadi peluang bagi PT Mandiri Tunas Finance untuk meraup pembiayaan baru.
“ Kalau di-launching, itu opportunity untuk kami. Itu opportunity untuk car ownership program. Kalau kebijakan DP 0 persen ini dibuka, kami akan lari ke sana,” kata Direktur Marketing MTF, Harjanto Tjitohardojo, kepada Dream di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di International Convention and Exhibition BSD City, Serpong, Banten, ditulis Jumat 12 Agustus 2016.
Harjanto mengatakan perusahaan pembiayaan ini awalnya punya program kepemilikan mobil untuk karyawan. Ketika itu, uang mukanya sebesar 5 persen. Setelah aturan uang muka ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 15-20 persen, progam ini berhenti.
“ Waktu dinaikkan menjadi 20 persen, itu perusahaannya stop karena mahal investasinya. Programnya menjadi bermasalah,” kata dia.
Harjanto mengatakan risiko kredit bermasalah (non performing finance) dari program ini kecil karena pembayaran cicilannya dipotong dari gaji karyawan.
Sementara itu, kebijakan ini akan memberikan risiko jika diberikan kepada sektor ritel. Mereka pun tengah mengkaji kebijakan uang muka 0 persen ke sektor ritel. “ DP semakin besar itu berarti bunga semakin turun karena risiko semakin kecil. Kalau untuk ritel, kami akan kaji dulu karena itu berkaitan dengan NPF,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya