5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Pria Ini Sukses Merintis Bisnis Jutaan Dolar AS Walaupun Dropout Dari Universitas. (Foto: Mirror.co.uk)
Dream – Seorang remaja yang drop out dari universitas, Kevin Leyes, sukses menjadi pebisnis yang usahanya bernilai jutaan dolar AS. Pemuda 20 tahun ini mengaku merintis bisnis sedari remaja.
Dikutip dari Mirror.co.uk, Rabu 10 Februari 2021, Leyes merintis bisnis perhiasan bagi para urban saat usianya 17 tahun. Usaha itu dibuat saat masih belajar di kampus untuk meraih gelar teknik komputer.
Beberapa bulan kemudian, Kevin keluar dari kampus. Setahun berikutnya, dia mendirikan perusahaan lain, yaitu agensi pemasaran digital, Leyes Media.
Kini, bisnisnya meraup pendapatan sekitar US$1,2 juta per tahun. Pengusaha muda ini mempekerjakan lusinan staf. Semula bisnisnya meraup penghasilan US$1.000 (Rp139,89 juta) dalam sebulan. Kini, dia menghasilkan US$100 ribu (Rp1,4 miliar) dalam sebulan.
Bahkan, bisnis Kevin dianggap sebagai perusahaan jutaan dolar.
Kevin menilai gelar akademi tak begitu penting. Dia merasa orang tak perlu masuk kampus karena bisa merintis karier secara online.
“ Gelar universitas tidak lagi penting atau berharga seperti dulu,” kata pria asal Argentina ini.
Dia menyebut taipan bisnis seperti Elon Musk dan Mark Zuckerberg tak lagi mementingkan gelar saat mempekerjakan karyawan.
“ Tidak menjadi bagian dari universitas tidak akan membuatmu menjadi lebih bodoh, kurang berpengatahuan, atau menjadi lebih buruk. Saya banyak membaca dan berproses dalam belajar,” kata dia.
Sekadar informasi, Kevin membangun “ nama” di media sosial dengan pengikut 5,6 juta akun di Instagram dan 1,8 juta di halaman bisnis. Pria itu tinggal di Argentina karena biaya hidupnya lebih rendah daripada di Amerika Serikat meskipun tahun ini berencana pindah ke Amerika Serikat.
“ Tinggal di Argentina dengan gaji rata-rata Amerika Serikat akan memungkinkan kamu menikmati banyak kemewahan dan kamu akan dianggap sebagai jutawan,” kata dia.
Kevin menyebut ada stigma orang kaya yang tinggal di Argentina. Di sana ada pandangan bahwa orang kaya selalu berkaitan dengan hal-hal negatif, seperti perdagangan narkoba dan pekerjaan ilegal.
“ Saya selalu suka melihat uang sebagai sesuatu yang positif,” kata dia.
Kevin menggunakan uangnya untuk berinvestasi dan mendapatkan hasil yang lebih banyak. Tujuannya tak lagi untuk mencapai kebebasan finnsial. Jika tujuan itu tercapai, dia dan keluarganya bisa bepergian, merawat diri, dan menikmati hidup.
“ Saya berusia 20 tahun dan 100 persen sadar bahwa saya cukup mampu untuk terus meningkatkan jumlah (kekayaan) dan akan terus melakukannya,” kata dia.
Pengusaha ini merasa posisinya sekarang membuatnya sulit membangun hubungan dengan orang-orang yang baru. Apalagi, ada pandangan bahwa orang-orang lebih sering mendekati seseorang yang dianggap sukses dan kaya.
“ Sulit untuk membangun hubungan baru oleh orang-orang,” kata dia.
Ditambah lagi, Kevin mengatakan pengusaha berprinsip bahwa waktu adalah emas dan sumber daya yang tidak dapat digantikan. Dia pun menjadi sedikit obsesif soal waktu.
“ Menjalin hubungan itu membutuhkan banyak komitmen, kasih sayang, perhatian, terhadap orang lain. Ini adalah sesuatu yang setiap pihak harus menginvestasikan waktu agar berhasil,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?