Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Hylmun Izhar (Foto: Facebook @Zuliani Dalimunthe)
Dream – Astana International Financial Center (AIFC) menobatkan ekonom syariah Indonesia, Hylmun Izhar sebagai Tokoh Akademik Keuangan Syariah 2017. Hylmun berhasil meraih Global Islamic Finance Award (GIFA) 2017.
Ketua GIFA, Humayon Dar, menilai Hylmun layak mendapatkan penghargaan tersebut karena penelitiannya memberikan kontribusi sangat besar bagi perkembangan sektor perbankan dan keuangan syariah secara global.
“ Ilmuwan muda seperti Hylmun merupakan pembawa obor dari gerakan perbankan dan keuangan syariah,” kata Dar, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Selasa, 12 September 2017.

Menerima penghargaan bergengsi tersebut, Hylmun mengaku sangat terhormat.
Sekadar informasi, sebelum bergabung dengan Islamic Development Bank (IDB) Group, Hylmun merupakan peneliti keuangan syariah di Oxford Islamic Finance dan dosen keuangan syariah untuk pascasarjana di Markfield Institute of Higher Education (MIHE) di Leicester, Inggris.
Tak hanya sebagai peneliti, Hylmun juga merupakan salah satu penulis laporan I for Impact: Blending Islamic Finance and Impact Investing for The Global Goals yang diterbitkan oleh United Nation Development Program (UNDP) dan IDB.
Dia juga salah satu penulis buku Islamic Capital Markets: Principles and Practise yang diteribitkan oleh ISRA and Securities Commission Malaysia. Buku terbarunya adalah Critical Issues in Islamic Economics and Finance Development.
Hylmun juga termasuk ilmuwan yang aktif menulis jurnal internasional tentang keuangan syariah, seperti The Journal of Risk, Review of Islamic Economics, IUM Journal Economics and Management, dan Islamic Economic Studies.
Dia juga aktif mengedukasi dan memberikan pelatihan profesional untuk regulator, pejabat pemerintah, pengacara, dan bankir tentang manajemen risiko, pengembangan produk, dan inovasi.
Kini, peraih gelar doktor keuangan syariah dari Durham University, Inggris, ini mewakili IDB Group dalam kelompok kerja Islamic Financial Services Board (IFSB). Kelompok kerja ini membahas isu revisi standar keterbukaan guna mendorong transparansi dan disiplin pasar institusi keuangan yang menawarkan produk syariah.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya