6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Kisah Inspiratif (Foto: Youtube/Helmy Yahya Bicara)
Dream – Hidup butuh perjuangan. Banyak orang harus merangkak dari bawah untuk mencapai kesuksesan. Mereka berangkat dari nol untuk menjadi orang tajir melintir alias 'sultan'.
Salah satunya kisah seorang mantan sopir angkot yang kini sukses menjadi pengusaha properti berikut ini. Dia harus melewati jalan berliku dan terjal. Kesuksesannya tidak diraih semudah membalikkan telapak tangan.
Setelah sukses, kini dia dijuluki sebagai sultan properti dengan hasil puluhan miliar rupiah.
Seperti apa kisah selengkapnya? Simak ulasannya berikut ini.

Kisah inspiratif ini datang dari Ayi Sulaiman yang diunggah dalam kanal Youtube Helmi Yahya Bicara. Pernah bekerja sebagai sopir angkot, siapa yang menyangka jika kini kehidupan Ayi Sulaiman berubah drastis.
Berkat kerja kerasnya selama ini, ia mampu memiliki bisnis dibidang properti. Bahkan berkat kesuksesannya itu, ia sampai dijuluki sebagai ‘Sultan Properti’
Namun, semua itu tak ia dapatkan dengan mudah. Ayi dulunya hidup sederhana. Ia lahir dari seorang petani dengan kesebelas saudaranya.
Sejak kecil, Ayi sudah terlatih untuk hidup mandiri. Ia pun mulai bekerja ditempat sang paman sejak lulus SD. Hal ini pun terus ia lakoni hingga Ayi berganti profesi menjadi sopir angkot dengan rute Majalaya-Cicalengka.
Sedikit demi sedikit, Ayi mulai mengumpulkan modal untuk membeli kios. Ia pun berhasil dan mulai berjualan. Berkat keseriusannya, Ayi akhirnya bisa memiliki enam kios lain. Disanalah Ayi berjualan mulai dari plastik, alat-alat kue, bahan pokok, grosir, dan lain sebagainya.

Namun, pada tahun 1997, usaha Ayi harus menghadapi krisis. Ia terpaksa menjula seluruh hartanya untuk membayar hutang bank.
Meski begitu Ayi tak pernah patah semangat. Di tengah perjalanan hidupnya, ia dipertemukan dengan teman lamanya. Saat itu, Ayi pun diberi kepercayaan untuk bekerja di bengkel milik kawannya tersebut.
Ayi pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Alhasil dalam dua tahun ia berhasil mendapatkan untung dan mampu mengembalikan modal yang diberikan oleh temannya itu.
Ia pun mulai membuka bisnis dibidang lain seperti elektronik dan motor bekas.
" Saya punya 8 showroom pak yang ini (barang elektronik), saya agen Panasonic terbesar di Bandung Timur, jadi Panasonic barangnya saya ambil, saya kreditkan lagi ke konsumen. Nah itu showroomnya sampai 8," ungkap Ayi.

Namun, ujian kembali dihadapi Ayi. Ia tertipu bahkan harus menanggung hutang hingga lima miliar rupiah. Ia pun terpaksa menjual seluruh aset yang dimilikinya saat itu.
Tak ingin menyerah, Ayi kembali berjuang dengan sisa-sisa uang miliknya. Ia pun mencoba menjajal bisnis properti. Ia pun terus berusaha melakukan survei perumahan baru untuk belajar mengelola bisnis properti.
Semenjak itu, Ayi semakin tertarik dengan bisnis properti hingga saat ini. Ia bahkan sudah membangun properti yang kini menjadi perumahan elite di Cicalengka. Berkat bisnisnya tersebut, Ayi pun bisa mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
