Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anwar Ibrahim. Foto: Mothership
Dream - Perdana Menteri Malaysia yang baru, Anwar Ibrahim, menjadi sorotan berbagai media. Dia tidak akan mengambil gajinya sebagai PM ke-10 Malaysia.
Keputusan Anwar tidak menerima gaji ini adalah bentuk solidaritasnya kepada seluruh warga Malaysia yang sedang berjuang dengan meningkatnya biaya hidup.
Menurut laman Mothership, selain tak akan menerima gajinya, Anwar akan fokus untuk perkembangan dan prinsip baru mengenai pemerintahannya. Hal ini termasuk mengurangi jumlah anggota kabinet dan gaji para menterinya. Anwar berencana akan mengurangi jumlah anggota kabinet Malaysia dari 31 menjadi 25 menteri.
Dia juga mengatakan bahwa pemerintahnya akan fokus mengatasi masalah biaya hidup.
Tak lama setelah resmi menjabat, dia mengatakan tak akan menerima gajinya sebagai PM. Anwar Ibrahim memang berjanji tak mengambil gaji saat mencalonkan diri untuk posisi tersebut.
Pada saat itu, dia mengatakan " malu" untuk mengambil gaji PM senilai RM80 ribu atau sekitar Rp280, 4 juta.
Sebelumnya, mantan menteri Syed Saddiq mengungkapkan pada tahun 2022 menteri Malaysia memperoleh RM55 ribu (Rp192,8 juta) perbulan, selain tunjangan cuti tahunan sebesar RM70 ribu (Rp245,4 juta).
Anwar Ibrahim ditunjuk sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru setelah ketidakpastian politik .
Penunjukan Anwar Ibrahim ini diumumkan istana kerajaan Malaysia setelah raja bertemu dengan para penguasa sembilan negara bagian. Anwar resmi dilantik pada Kamis, 24 November 2022.
Dalam pemilu pekan lalu, partai koalisi Anwar Ibrahim maupun koalisi mantan PM Muhyiddin Yassin tidak berhasil meraup suara mayoritas yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.
Koalisi Anwar Ibrahim meraih kursi terbanyak pada pemilu hari Sabtu yaitu 82, sedangkan Muhyiddin meraih 73.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya