Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Melemah, Semua Indeks Sektoral Pun Turut Terkapar.
Dream - Jelang pelaksanaan hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak besok (Rabu, 15/2/2017), bursa saham Indonesia berguguran. Laju indeks acuan saham syariah juga ikut terseret melemah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 14 Februari 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), beringsut turun 0,993 poin (0,56%) ke level 174,831.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), turun lebih dalam hingga terpangkas 6,556 poin (0,93%) ke level 698,575.
Semua indeks sektoral bergerak ke zona merah sehari jelang Pilkada. Sektor industri dasar mengalami koreksi paling dalam hingga 1,27 persen, disusul perdagangan 0,93 persen, pertambangan 0,76 persen, dan infrastruktur 0,76 persen.
Transaksi perdagangan saam syariah hari ini juga sedikit menurun. Dengan 89,13 miliar saham syariah yang diperdagangkan, nilai transaksi kali ini mencapai Rp4,34 miliar.
Aksi jual pemodal asing juga mengalami peningkatan. Nett sell asing pada saham-saham syariah melonjak sampai Rp 411 miliar. Khusus bluechips syariah, nett sell mencapai Rp 170 miliar dari sehari sebelumnya mencatatkan nett buy Rp 152 miliar
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini didominasi saham-saham perusahaan pelat merah. ADHI memuncaki daftar dengan kenaikan harga saham Rp140, diikuti LSIP Rp20, PTPP Rp20, WSKT Rp20, dan LPKR Rp5.
Sebaliknya, emiten bluechip syariah pencetak top loser adalah SMGR yang harga sahamnya turun Rp475, INTP Rp450, UNTR Rp300, PTBA Rp150, dan AKRA Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 1,00 poin (0,01%) ke level Rp13.323 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya