Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
CEO OPZ Forum 2022 (Foto: Dream/Okti Nur Alifia)
Dream - Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai potensi yang besar dalam pengelolaan zakat. Potensi zakat di Indonesia pada 2021 bahkan mencapai Rp327,6 triliun.
" Namun yang berhasil dikumpulkan baru mencapai Rp14 triliun atau sekitar 4,28 persen," kata Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ade Rustama, dalam acara CEO OPZ Forum 2022 di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu 2 November 2022.
Meskipun begitu, Ade mengatakan zakat dapat menjadi solusi yang ideal dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia. Dia mengungkap, kemiskinan saat ini juga menjadi perhatian bagi Kemenko PMK untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
Percepatan penghapusan kemiskinan ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
" Potensi zakat ini menjadi salah satu solusi yang ideal di dalam mengatasi kemiskinan," kata Ade.
Ade melaporkan jumlah penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem adalah sekitar 5 juta jiwa atau sekitar empat persen dari populasi masyarakat miskin.
" Jumlahnya sebenarnya tidak besar dilihat dari jumlahnya. Saat ini masih ada kurang lebih empat persen dari total populasi masyarakat miskin atau sekitar 5 juta," papar Ade.
" Ini menjadi salah satu concern, harapannya di tahun 2024 ini yang miskin ekstrem ini bisa ditangani," imbuhnya.
Untuk diketahui kemiskinan ekstrem adalah kondisi di mana pendapatan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan ekstrem yang setara dengan US$1,9 pada Purchasing Power Parity (PPP) 2011.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
