Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi UMKM. (Foto: Shutterstock)
Dream – Upaya memberdayakan jutaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tak bisa sepenuhnya hanya menjadi tanggung pemerintah. Hal itu disadari Kementerian Koperasi dan UMKM yang mulai membuka pintu bagi kalangan swasta untuk membina para pengusaha kecil ini untuk maju.
Indonesia saat ini diketahui memiliki sekitar 64 juta pengusaha kelas UMKM. Seperti bisnis besar lainnya, para pebisnis UMKM ini juga turut terdampak Pandemik Corona.
“ Pihak kami sudah dan akan terus membuka kerja sama dengan platform e-commerce, warung tradisional, koperasi, lembaga pendidikan dan pelatihan, maupun pihak terkait lainnya, baik online maupun offline, untuk memajukan UMKM di Tanah Air,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 26 Mei 2020.
Teten emmastikan kolaborasi UMKM dengan platform e-commerce menggunakan skema yang menggunakan anggaran pemerintah dari APBN.
Sejak pandemik Corona turut melanda Indonesia, Teten mengatakan Kementerian Koperasi dan UMKM tengah berkonsentrasi untuk membantu para pebisnis kecil ini melewati masa-masa sulit. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa di antara UMKM yang bertahan, bahkan tumbuh di tengah masa pandemi, adalah mereka yang sudah terhubung dengan platform online.
“ Platform online ini sekaligus membantu masyarakat luas untuk menerapkan physical distancing, sambil tetap memenuhi kebutuhan masing-masing dengan menjaga berlangsungnya aktivitas ekonomi,” kata dia.
Hingga saat ini terdapat 5 platform e-commerce yang telah bekerja sama dengan KemenKopUKM dalam mendukung UMKM Indonesia melalui gerakan #BanggaBuatanIndonesia. Kelima platform ini adalah Blibli, Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak. Mereka turun tangan membantu membina dan memberdayakan warung dengan sentuhan teknologi digital.
Upaya ini juga sejalan dengan gerakan #BanggaBuatanIndonesia yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo baru-baru ini. Makin banyaknya produk UMKM yang masuk ke dalam platform e-commerce merupakan bentuk dorongan terhadap masuknya UMKM ke ekonomi digital.
Teten mengatakan ada empat keuntungan yang dihasilkan dari ekonomi digital, menurut Laporan McKinsey tahun 2018. Keempatnya adalah keuntungan finansial melalui peningkatan penjualan, penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi UMKM, keuntungan bagi pembeli dengan peluang menghemat 11-25 persen dari harga ritel, serta kesetaraan sosial (social equality), yaitu kesempatan perempuan untuk beraktivitas dan memperoleh pendapatan melalui kegiatan di platform e-commerce.
Dia menambahkan, saat ini, 87 persen pelaku UMKM tertinggal dalam teknologi digital. Untuk itu, kementerian ini membuka kolaborasi pemikiran untuk bersama-sama membantu untuk bertahan di tengah Covid-19.
“ Terakhir, saya beserta Kementerian Koperasi dan UKM selalu terbuka dengan kritik, catatan ataupun masukan konstruktif dari siapa pun,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya