Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Akun Twitter @GuillaumePousaz
Dream - Guillaume Pousaz menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Miliarder asal Swiss ini merupakan pendiri fintech pembayaran yang berbasis di London, Checkout.com.
Dikutip dari Forbes, Rabu 12 Januari 2022, nilai Checkout.com kini mencapai US$40 miliar atau setara dengan Rp573 triliun, setelah mengumpulkan US$1 miliar dari sekelompok investor. Saham Pousaz yang menguasai dua pertiga saham Checkout.com, diperkirakan setara dengan US$23 miliar atau sekitar Rp329 triliun.
Beberapa perusahaan investasi, termasuk Altimeter, Dragoneer, Franklin Templeton, dan lainnya, membawa total investasi yang dikumpulkan oleh Checkout.com menjadi US$1,8 miliar hingga saat ini. Dalam sebuah pernyataan, Checkout.com mengatakan uang yang terkumpul akan digunakan untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat.
Checkout.com kini menjadi salah satu startup bernilai tinggi di Eropa. Perusahaan ini menampung 600 dari 1.100 karyawannya di London. Perusahaan itu juga memiliki kantor-kantor di Paris, Berlin, dan San Francisco.
Checkout.com juga telah menangani pembayaran untuk sejumlah perusahaan besar, seperti Netflix, Farfetch, Grab dan Sony, ditambah fintech Eropa seperti Klarna, Revolut dan pemain kripto seperti Coinbase dan Crypto.com.
Dalam laporan terbaru yang diterbitkan pada Oktober 2021 untuk tahun kalender 2020, Checkout.com mencatat omzet meningkat 73 persen menjadi US$252 juta, sementara kerugian setelah pajak naik menjadi US$25 juta, naik dari US$9 juta pada 2019.
Pousaz adalah satu-satunya pengusaha teknologi Eropa karena banyak orang super kaya Eropa berasal dari bisnis global dinasti seperti BMW, Chanel, Aldi, Lidl, dan L'Oréal.
Saham Pousaz senilai US$23 miliar di Checkout.com membuatnya lebih kaya daripada pendiri Telegram, Pavel Durov, yang diperkirakan bernilai US$17,2 miliar, dan pengusaha Jerman yang berbasis di AS Andreas von Bechtolsheim, yang kekayaannya US$12,6 miliar berasal dari investasi awal US$100 ribu di Google.
Pousaz yang tinggal bersama keluarganya di Dubai, sempat putus kuliah karena gagal dalam ujian akhir ekonominya. Setelah ia memutuskan pindah ke California dan menghabiskan uangnya.
Dia kemudian bekerja di perusahaan Konsultan Pembayaran Internasional, di mana langkah ini merupakan langkah awal yang memberinya status miliarder dua dekade kemudian.
Pousaz membeli perusahaan pembayaran kecil yang berbasis di Mauritius dan mendirikan Checkout.com di London pada tahun 2012. Dia memilih kota itu karena regulator, Financial Conduct Authority, menerima perusahaan teknologi keuangan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya