Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Diantara mata uang paling perkasa di dunia, Bitcoin mungkin paling menyita perhatian sepanjang 2017. Bayangkan saja, harga tukar mata uang virtual ini mencapai US$12 ribu setar Rp162 juta per koin.
Di balik kabar bahagia itu, ahli keuangan dari universitas ternama Amerika Serikat, Yale, Stephen Roach membawa berita buruk.
" Ini konsep beracun bagi investor," ujar pria yang pernah menjadi mantan Asia Chairman dan kepala ekonomi dari Morgan Stanley ini dikutip dari laman CNBC.com, Rabu, 6 Desember 2017.
Ekonom top tersebut mengeluarkan peringatan mengerikan bagi para investor bitcoin. Cryptocurrency ini merupakan bisnis
Roach mengkritisi ledakan pembelian cryptocurrency populer yang saat ini melanda dunia.
" Ini merupakan gelembung spekulatif berbahaya dari bayangan atau benturan imajinasi," katanya kepada CNBC.
Menurut Roach sepanjang berkarier 30 tahun di bidang keuangan dia belum pernah melihat grafik pergerakan nilai tukar Bitcoin yang berbentuk vertikal seperti ditunjukan mata uang virtual itu.
" Bitcoin adalah pola paling vertikal yang pernah saya lihat dalam karir saya," ujarnya.
Roach menegaskan legitimisasi pertukaran bitcoin yang selama ini berlaku akan membahayakan investor. Dia menilai banyak investor yang mengaku tak memahami teknis instrumen ataupun teknologi blockchain yang mendasari keberadaaannya.
" Seperti semua gelembung, mereka bisa meledak," tegas Roach.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya