Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengusulkan cara unik dalam upayanya menghargai para pendidik. Maskapai diajak untuk mendahulukan para guru masuk ke dalam kabin pesawat sebelum penumpang lainnya.
Cara ini dianggapnya sebagai penghargaan non-uang yang bisa diberikan masyarakat atas jasa-jasa para pendidik.
“ Karena kalau dinilai dengan uang, nilainya tidak akan seberapa tapi penghormatan secara sosial itu akan meninggikan derajat guru,” tegas Anies Baswedan dalam seminar Penguatan Ekonomi Nasional melalui Peningkatan Kualitas Manusia di Jakarta, Kamis 20 Agustus 2015.
Menurut Anies, kementeriannya akan segera bekerjasama dengan para pengusaha untuk menaikkan posisi sosial guru di masyarakat. Beberapa waktu lalu, Kemendikbud bahkan telah melakukan perbicaraan khusus dengan maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia Airlines (GIA).
Lulusan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gajah Mada itu menjelaskan, pertemuan itu di antaranya mengusulkan agar Garuda Indonesia memberikan pelayanan khusus bagi para guru yang akan bepergian menggunakan layanan perusahaan transportasi tersebut.
Garuda diajak untuk selalu mempersilakan guru untuk lebih dulu memasuki kabin pesawat terbang sebelum penumpang lainnya masuk. Caranya dengan memberikan pengumuman jelang keberangkatan.
Anies Baswedan menegaskan, penghargaan secara materiil kepada guru memang sudah gencar diberikan pemerintah dalam beberapa waktu belakangan. Namun, uang yang banyak tidak akan berguna jika pengeluaran dan harga komoditas cenderung selalu naik.
“ Yang bisa mengubah spending itu kan market,” katanya seraya mengimbau kepada pelaku bisnis lain agar mengikuti jejak GIA memberikan layanan khusus untuk guru namun bukan dalam bentuk potongan harga.
Dengan begitu, kata Anies, pendidikan beserta atmosfer yang diciptakan bukan lagi sekadar program pemerintah tapi juga sebuah gerakan masyarakat yang dampaknya pasti akan segera kembali kepada masyarakat pula.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya