Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Bank OCBC NISP melaporkan kinerja keuangan semester I tahun 2023 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,1 triliun, tumbuh 25 persen year on year (yoy).
Pertumbuhan laba bersih itu didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 21 persen yoy. Selain itu, juga ditopang pertumbuhan perbankan ritel dan korporasi, sehingga kredit yang disalurkan mencatatkan kenaikan sebesar 12 persen yoy. Sementara itu, total aset mencapai Rp245 triliun, meningkat 10 persen yoy.
Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, menyatakan, perseroan terus berusaha untuk tetap konsisten dalam menjalankan bisnis dengan membukukan kinerja yang positif.
" Pertumbuhan ini didorong oleh seluruh segmen bisnis. Pengelolaan kredit bank yang pruden memperlihatkan prospek yang positif ke depannya," ungkap Parwati dalam siaran resminya, dikutip pada Rabu 2 Agustus 2023.
Bank OCBC NISP menyatakan pengelolaan kredit bank yang pruden terlihat dari data yang menunjukkan provisi untuk Penyisihan Kerugian Kredit/Kredit Bermasalah Bruto (NPL) tetap pada tingkat di atas 200 persen.
Selain itu, Kredit Bermasalah Bruto bank turun menjadi 2,3 persen. Angka tersebut di bawah rata-rata industri, dan menunjukkan bahwa bank secara efektif mampu mengelola risikonya.
Terkait simpanan, Dana Pihak Ketiga Bank juga tumbuh 4 persen yoy menjadi Rp178 triliun, ditopang masing-masing oleh pertumbuhan tabungan sebesar 19 persen dan deposito berjangka sebesar 9 persen. Selain itu, rasio CASA bank tetap stabil di 54,8 persen.
" Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga mencerminkan fokus Bank yang berkelanjutan dalam memberikan solusi keuangan yang komprehensif kepada nsabahnya," tulis perusahaan.
Dengan demikian, Loan to Deposit Ratio (LDR) tumbuh menjadi 78,9 persen. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan pembiayaan yang didorong oleh pulihnya kondisi ekonomi.
Lebih lanjut, bisnis wealth management Bank OCBC NISP juga tumbuh 7 persen yoy pada semester I 2023 dan memberikan kontribusi sebesar 33 persen terhadap fee-based income Bank secara keseluruhan.
Seiring dengan pertumbuhan laba bersih bank yang meningkat 25 persen yoy, Return on Equity (ROE) naik menjadi 12,3 persen dari 10,6 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun untuk rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 23,2 persen, jauh di atas ketentuan minimum.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya