Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Presiden Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk berhati-hati memilih pemimpin Indonesia ke depannya. Sebab, pemimpin yang terpilih nantinya sangat menentukan kemajuan ekonomi Indonesia.
" Saya sampaikan, saya ulang di mana-mana kepemimpinan di 2024, kepemimpinan nasional di 2024, di 2029, di 2034 itu sangat menentukan Indonesia ini melompat maju atau tidak," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 1 Agustus 2023.
" Jadi hati-hati memilih memimpin kita. Siapa? Siapa yang kita pilih? kedaulatan ada di tangan rakyat," sambungnya.
Pesan tersebut diungkapkan Jokowi di hadapan para pengusaha dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta. Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh politik, seperti Gubernur Jawa Tengah sekaligus Bacapres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.
Adapula Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Menko Perekonomian sekaligus Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, hingga Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.
Di kalangan pengusaha, selain Apindo, hadir pula Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari.
Jokowi pun mengungkapkan prediksi sejumlah lembaga internasional seperti Bank Dunia hingga Dana Moneter Internasional (IMF). Prediksinya, Indonesia punya waktu selama 13 tahun ke depan agar bisa memantapkan posisi sebagai negara maju.
" Lembaga-lembaga Internasional yang saya sebutkan tadi bilang ke saya, 'Presiden Jokowi, kesempatan Indonesia berada di 13 tahun ke depan', karena di situ ada bonus demografi, di situ kita mendapatkan hilirisasi, lompatannya akan muncul di 13 tahun ini," tegasnya.
Dream - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana mendarat di Bandar Udara Internasional Tianfu Chengdu, China, pukul 14.40 waktu setempat. Dalam kunjungan ini, Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, pada Kamis 27 Juli 2023.
Saat tiba di bandara, setelah lima jam penerbangan, cuaca gerimis menyambut mereka, sehingga Jokowi menaungi Iriana dengan payung ketika turun dari pesawat.
Momen penuh kebahagiaan datang saat Jokowi dan Iriana disambut oleh beberapa pejabat tinggi China, termasuk Menteri Pendidikan China, Huai Jinpeng Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang, beserta istri dan Gubernur Provinsi Sichuan, Huangqiang. Sebelumnya, mereka juga diberi bunga tangan oleh anak laki-laki dan perempuan.
Namun, momen tak terduga mengharukan terjadi ketika Iriana secara refleks mengusap wajah bocah laki-laki yang memberikan bunga padanya. Wajah dan pakaian bocah itu basah karena hujan.
Video singkat momen tersebut kemudian viral di Twitter dan menjadi konten populer di For Your Page (FYP) setelah diunggah oleh akun Sandal Jepit Putus.

Respons dari warganet TikTok pun beragam. Mereka memberikan berbagai pujian untuk Ibu Iriana, ibu dari Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.
" Dia berasal dari orang biasa jadi tahu cara memanusiakan manusia. Hebat presidenku dan ibu negaraku," tulis Anita Azahra.
Setelah tiba di Chengdu, China, Presiden Jokowi langsung melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping. Dalam pertemuan itu, Jokowi mengapresiasi dukungan China terhadap Indonesia yang saat itu memegang keketuaan ASEAN.
" Saya sangat mengapresiasi dukungan Tiongkok untuk keketuaan Indonesia di ASEAN dan sentralitas ASEAN dalam arsitektur regional yang inklusif untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik agar tetap damai, stabil, dan sejahtera," ujar Jokowi seperti dikutip dari Antara.
Jokowi juga menyatakan kegembiraannya atas kemajuan konkret dalam kerja sama antara Indonesia dan China sejak penyelenggaraan G20 di Bali pada 2022.
Kunjungan ini menandai momen bersejarah bagi hubungan bilateral kedua negara dan menjadi bukti bahwa kerja sama dan persahabatan dapat membuahkan hasil nyata.
(Sumber: Liputan6)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya