Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Presiden Jokowi Menyampaikan RAPBN 2023 Dan Nota Keuangan Kepada DPR (Foto: Setkab)
Dream - Presiden Joko Widodo mengungkapkan Indonesia mendapat apresiasi dunia internasional karena bisa melewati pandemi dan pemulihan ekonomi dengan cepat. Namun pemerintah memastikan akan tetap waspada dengan risiko gejolak ekonomi yang masih tinggi.
" Ketidakpastian global tidak boleh membuat kita pesimistis," ujar Presiden saat menyampaikan Rancangan RAPBN dan Nota Keuangan Tahun 2023 dalam Sidang Paripurna DPR RI, di komplek Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022.
Jokowi mengatakan, Indonesia dalam delapan tahun terakhir telah memupuk modal penting untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih kondusif.
Modal yang dimaksud adalah pembangunan infrastruktur secara masif, perbaikan kualitas sumber daya manusia, serta penyederhanaan aturan berusaha dan berinvestasi merupakan upaya-upaya kunci untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional menghadapi tantangan masa depan.
Upaya tersebut, lanjut Jokowi, terlihat dari pemulihan ekonomi Indonesia tahun 2002 yang berada dalam tren terus menguat. Pertumbuhan ekonomi kuartal I tercatat mencapai 5,01 persen dan naik signifikan di kuartal II menjadi 5,44 persen.
Pemulihan ekonomi selama paruh pertama 2022 itu ditopang sektor strategis seperti manufaktur dan perdagangan yang tumbuhn ekspansif. Faktor konsumsi masyarakat yang mulai pulih serta kinerja ekspor yang solid juga turut mendukung pertumbuhan tersebut.
" Neraca perdagangan telah mengalami surplus selama 27 bulan berturut-turut," ungkap presiden.
Dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi global yang masih bergejolak, presiden mengusulkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 akan tumbuh 5,3 persen. " Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional," ujarnya.
Berikut adalah target asumsi makro perekonomian Indonesia di tahun 2023 seperti tercantum dalam RAPBN 2023:
Pertumbuhan Ekonomi: 5,3 persen
Rata-rata kurs rupiah: Rp14.750/US$
Inflasi: 3,3%
Suku bunga SBI 10 tahun: 7,85%
Harga minyak mentah/ICP: US$90/ barel
Lifting Minyak: 660 ribu barrel
Lifting Gas: 1,05 juta barrel setara minyak
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
