Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Aksi Mendukung Pencarian Wartawan Yang Hilang Kontak Saat Meliput Anak Gunung Krakatau Di Bundaran HI
Jakarta – Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama lintas agama pada Jumat, 11 September 2026 kemarin, pukul 18.30 WIB di Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk 5 rekan jurnalis yang hilang dan belum ditemukan di Selat Sunda. Hingga siaran pers ini diterbitkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.
Doa bersama ini digelar sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual bagi para jurnalis yang masih dalam proses pencarian beserta keluarga mereka. Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo (Dido), menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud solidaritas seluruh insan pers Indonesia.
" Malam ini PFI menggelar doa untuk rekan-rekan kami yang sedang bertugas meliput di kawasan Anak Krakatau. Kami berharap rekan-rekan kami selamat, sehat, dan segera kembali berkumpul bersama keluarga," ujar Dido.

Adapun 5 jurnalis yang hilang tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (fotografer Antara), Ari Basuki (fotografer Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (fotografer iNews.id), Firman Daus (jurnalis Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas). Selain itu, turut hilang 3 awak kapal, yakni Warta (kapten), Surakman (awak), dan Heriyanto (pemandu).
Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026, menuju kawasan Anak Krakatau untuk meliput. Salah satu jurnalis mengirimkan titik koordinat terakhir pukul 14.42 WIB, dan komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Dido menambahkan bahwa doa bersama ini dihadiri perwakilan keluarga korban serta sejumlah jurnalis dari berbagai media. PFI terus mendampingi keluarga korban melalui perwakilan media masing-masing. Ia juga mengimbau seluruh insan pers dan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
" Yang kita butuhkan adalah doa, dukungan moral, dan optimisme. Semoga peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kebencanaan dan mitigasi, khususnya bagi jurnalis yang bertugas di kawasan berisiko tinggi," pesan Dido.
PFI menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, TNI, Polri, serta pemerintah pusat dan daerah atas upaya pencarian yang terus dilakukan.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya