Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kapal Api (Foto: Shutterstock)
Dream - Baru-baru ini viral aksi demo karyawan PT Agel Langgeng, perusahaan yang memproduksi permen Relaxa, milik pendiri Kapal Api Soedomo Mergonoto.
Mereka menuntut haknya atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang disebut dilakukan secara sepihak. PT Agel Langgeng memang dikabarkan mengalami kebangkrutan.
Karena PHK tersebut, karyawan merasa diperlakukan tidak adil. Mereka juga menuntut perusahaan membayar THR dan pesangon.
Terlepas dari isu tersebut, Soedomo Mergonoto sudah dikenal sebagai bos kopi Kapal Api. Merk ini tentunya sudah familiar bagi warga Indonesia, apalagi brand ini juga memasarkan produknya ke lingkup global.
Produknya menjalar ke mancanegara, seperti Australia, Arab Saudi, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, China dan lainnya.
Kapal Api mengalami perjalanan bisnis yang panjang. Soedomo Mergonoto sang CEO Kapal Api merupakan anak dari Go Soe Loet yang lahir di Surabaya, 3 Juni 1950.
Kopi Kapal Api berawal dari bisnis keluarga yang dijalankan Go Soe Loet pada tahun 1927. Saat itu ayah Soedomo masih menjual kopi dengan cara dipanggul, di area Jalan Panggung hingga Pelabuhan Tanjung Perak.
Go Soe Loet sangat selektif dalam memilih biji kopi, dia memastikan sendiri biji kopi yang akan dipakai berkualitas terbaik. Kemudia dia menggoreng dan ditumbuk hingga menjadi bubuk.
Hidup Soedomo juga bisa dibilang tidak mudah. Dia pernah menjadi pengerok ban bekas sampai kernet bemo. Dia pun ikut membantu memasarkan kopi bubuk milik keluarganya itu.
Go Soe Loet memberikan nama untuk kopinya yakni Kapal Api atau Hap Hootjan, alasannya karena erat dengan alat transportasi yang digunakannya saat berlayar ke Indonesia. Dia merupakan perantau asal Fujian, China.
Soedomo memahami cara berbisnis kopi saat membantu ayahnya berjualan. Perlahan tapi pasti, dia memulai mengembangkan usaha kopinya.
Soedomo pun mendirikan Perseroan Terbatas dengan nama PT Santos Jaya Abadi pada tahun 1979. Setahun kemudian, dia mencoba memasarkan kopinya melalui iklan di televisi, namun karena saat itu tak banyak yang mengerti tentang iklan, sehingga bisnisnya belum dilirik banyak orang.
Meskipun begitu, upayanya membuahkan hasil dengan melakukan ekspor pertamanya ke luar negeri pada tahun 1985 yakni Arab Saudi, Taiwan dan Malaysia.
Tak hanya Kapal Api, PT Santos Jaya Abadi juga memiliki produk lain seperti Good Day, Kopi ABC, Ceremix, Kopi Ya!, Fresco, dan Excelso.
Hingga di tahun 1991, Soedomo mendirikan PT Agel Langgeng yang memproduksi permen Relaxa pada tahun 1993.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya