Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Cuti memang menjadi hak karyawan. Di Indonesia, berdasar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 79 Ayat (2), pekerja berhak cuti sekurang-kurangnya 12 hari kerja selama satu tahun.
Sehingga, seorang pegawai tidak bisa terus menerus mengambil cuti karena sudah ada aturannya. Namun cerita berbeda dialami seorang pekerja pria di India yang melakukan cuti sampai dipecat. Tidak tanggung-tanggung, pria bernama Verma itu melakukan cuti selama 24 tahun.
Verma adalah seorang pegawai negeri yang mengajukan cuti pada tahun 1990 dan tidak pernah kembali bekerja, yang kemudian dipecat tahun 2015.
Menteri Pembangunan Perkotaan India M Venkaiah Naidu kala itu mengatakan kejadian Verma telah diselidiki sejak tahun 1992, tetapi dia menolak untuk bekerja sama.
Menurut BBC, dalam sebuah pernyataan, Naidu menginformasikan bahwa Verma bergabung dengan Departemen Pekerjaan Umum Pusat pada tahun 1980.
Verma telah naik pangkat menjadi insinyur eksekutif pada tahun 1990, ketika dia mengambil cuti.
Penyelidikan dilakukan pada tahun 1992, tetapi proses formal untuk memecatnya baru dimulai pada tahun 2007.
Kemudian, membutuhkan waktu tujuh tahun bagi departemen untuk mencapai keputusan dan memberhentikannya.
Namun tidak jelas apakah dia dibayar selama waktu istirahatnya.
Sebagai informasi, birokrasi India menjadi terkenal karena tingginya tingkat ketidakhadiran.
Sekolah juga menghadapi masalah, dengan jumlah guru yang tidak masuk kerja dalam jumlah besar.
Pada bulan Agustus 2015, sebuah sekolah negeri di Madhya Pradesh memecat seorang guru yang telah absen selama 23 tahun dari 24 tahun karirnya.
Dream - Wanita asal Rusia berhasil sukses dan menjadi kaya raya dengan usaha yang dia rintis sendiri. Menariknya, usahanya dimulai ketika ia memilih cuti hamil selama beberapa bulan.
Tatyana Bakalchuk menjadi salah satu wanita kaya pertama dengan usahanya sendiri di Rusia. Bisnis yang dirintisnya adalah situs belanja busana, Wildberries.
Menurut Financial Times, Wildberries menjadi salah satu e-commerce fashion yang melejit di Rusia selama pandemi Covid-19.
Tatyana bukanlah seseorang yang berasal dari keluarga konglomerat. Dia memulai usahanya dengan modal tekad karena butuh uang ketika cuti hamil.
Ketika itu, Tatyana yang seorang guru harus kehilangan pendapatannya karena cuti hamil. Terdorong kebutuhan untuk berkontribusi, dia pun ingin membuat bisnis yang bisa dilakukannya dari rumah.
" Aku hanya butuh sesuatu yang bisa menggantikan penghasilanku sebagai guru. Aku merasa aku harus menemukan sesuatu yang cepat untuk membuatku merasa seperti bagian dari masyarakat lagi. Sangat sulit dijelaskan. Itu adalah masa yang sangat sulit dalam kehidupan seorang wanita ketika dia berhenti jadi bebas dan tidak milik dirinya sendiri lagi," ujarnya.
Wanita keturunan Korea ini pun terpikir untuk menawarkan sesuatu yang bisa dijangkau sesama wanita hamil atau ibu yang memiliki anak. Akhirnya tercetuslah ide bisnis situs belanja busana. Tatyana mendirikan Wildberries pada tahun 2004 di apartemennya di Moskow.
" Kamu tidak bisa pergi ke mana-mana. Ketika kamu ingin beli sesuatu kamu tidak bisa membelinya, jadi mengapa tidak menjualnya di internet. Ketika tidak ada yang menjual busana secara online di Rusia," jelasnya.
Tatyana yang melihat peluang tersebut mengambil celah untuk menjual produk-produk fashion secara online yang awalnya diambil dari retailer Otto.
Pada awal merintis bisnisnya tersebut, Tatyana sendirilah yang mengantar semua belanjaan para pelanggan di Moskow.
Tentu saja, kini penjualan Wildberries terlalu banyak untuk dikirim secara personal. Saat ini Tatyana telah memiliki lebih dari 12 ribu pekerja dan produk dari 31 ribu brand.
Sebagai pebisnis yang merintis usahanya sendiri, wanita 44 tahun ini tentu pernah mengalami kesulitan, salah satunya ketika krisis finansial pada tahun 2008.
Saat itu, ia mencoba berbagai hal untuk mendongkrak penjualan, salah satunya dengan cara ekstrem yakni membeli banyak sepatu Adidas dengan kredit yang terjual habis dua tahun kemudian.
Tatyana sebelumnya mengatakan dia ingin bisnisnya terus berkembang di Rusia, daripada memasuki pasar baru yang belum teruji.
Namun, kini Wildberries telah melakukan ekspansi ke luar negeri, seperti Belarus, Israel, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan dan Armenia.
Dilansir Forbes, Tatyana diperkirakan memiliki kekayaan sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliunan pada Januari 2020.
Berbeda dengan kebanyakan pengusaha, ia boleh berbangga hati karena kerajaan bisnisnya itu dibangun dari hasil kerja kerasnya sendiri.
" Pengusaha Rusia yang kuliah di Harvard semuanya terobsesi dengan ide bisnis, membuat uang, dan mengembangkannya secepat mungkin. Tapi ketika kami memulai, itu seperti alien," kata Tatyana.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya