Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menko Perekonomian Memastikan Guru Honorer Mendapatkan Bantuan Langsung Tunai
Dream - Jutaan guru honerer bisa sedikit bernapas menjalani masa pandemik Covid-19 saat ini. Pemerintah memastikan akan mengucurkan bantuan gaji kepada 1,8 juta guru honerer di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada jutaan tenaga guru honerer tersebut.
Jika subsidi gaji dilaksanakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, BLT untuk para guru honerer ini akan dikoordinasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
" Disampaikan program untuk guru honorer sejumlah 1,8 juta, yang nanti akan dilaksanakan melalui Kemendikbud, dengan kebijakan sama dengan subsidi gaji," kata Airlangga dalam konferensi pers, Jumat, 18 September 2020.
Untuk saat ini pemerintah masih belum mengungkapkan dengan jelas nilai BLT yang akan diterima oleh para guru honorer. Namun jika mengikuti skemanya seperti subsidi gaji, para guru honorer kemungkinan mendapat tambahan penghasilan Rp 600 ribu per bulan.
Sebelumnya, 398 ribu tenaga honorer direncanakan akan mendapatkan bantuan subsidi gaji pada gelombang kedua, yaitu di Oktober dan November 2020.
Sama seperti subsidi gaji yang terima oleh pegawai swasta bergaji di bawah Rp 5 juta, dalam 2 bulan tersebut tenaga honorer ini akan mendapat subsidi gaji sebesar Rp 600 ribu per bulan.(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Dream - Pemerintah memastikan subsidi gaji juga diterima oleh guru, pendidik, dan tenaga berstatus honorer atau tidak tetap pada dinas pendidikan di setiap pemerintah daerah. Mereka yang mendapatkan subsidi gaji adalah para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek).
Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan, hingga 14 September 2020, bantuan subsidi gaji sudah disalurkan kepada 398.637 pegawai honorer sektor pendidikan. Mereka terdiri dari guru honorer, tenaga pendidik honorer, dan tenaga honorer.
" Saat ini data terkait guru honorer akan terus diverifikasi. Semoga jumlahnya dapat bertambah lagi," ujar Budi melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Sejak diluncurkan pada 27 Agustus 2020 oleh Kementerian Tenaga Kerja, subsidi gaji Rp600 ribu tiap bulan per dua bulan sudah disalurkan kepada pekerja berpenghasilan di bawah Rp5 juta.
Penerima adalah pekerja yang terdaftar aktif sebagai peserta BP Jamsostek, termasuk non-PNS di kementerian dan lembaga namun tidak termasuk karyawan BUMN.
Hingga Senin lalu, total nilai subsidi yang tersalurkan mencapai Rp7 triliun, atau 17,43 persen dari pagu Rp37,87 triliun. Hingga akhir tahun, 15,72 juta pekerja ditargetkan dapat menerima subsidi ini.
Sedangkan sejak dibentuk pada 20 Juli 2020, Satgas PEN sudah membantu menyalurkan aggaran pemulihan ekonomi nasional sebanyak Rp87,58 triliun. Diupayakan akhir tahun nanti anggaran mitigasi dapat terserap sebanyak Rp100 triliun.
" Target agar penyerapan bisa mencapai Rp100 triliun pada kuartal III merupakan bagian dari proses yang krusial untuk menetralkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif pada kuartal II," kata Budi.
Budi menjelaskan PDB Indonesia sekitar US$1 triliun atau Rp14.500 Triliun. Jika dibagi empat kuartal, maka diperoleh PBD Rp3.600 triliun per kuartal.
Tetapi dengan pertumbuhan minus 5,3 persen pada kuartal II, maka didapati angka pertumbuhan yang terkoreksi sekitar minus Rp188 triliun.
Sedangkan penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional per 14 September sudah mencapai Rp240,9 triliun atau 34,6 persen dari pagu anggaran Rp695,2 triliun. Dari jumlah ini, penyerapan klaster program yang didorong oleh Satgas PEN di sektor perlindungan sosial, UMKM, dan Kementerian/Lembaga/Pemda mencapai Rp204,97 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya